Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membuka peluang berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). PPP menyambut positif langkah parpol lain yang mulai membentuk koalisi seperti Golkar, PAN dan PPP.
"PPP menyambut positif jika parpol lain juga mulai melangkah untuk membentuk koalisi, seperti yang sedang digagas antara PKB dengan PKS," kata Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani lewat pesan tertulis, Rabu (8/6).
Dia menyebut, bagi PPP seperti yang dilakukan lewat KIB, koalisi lebih awal ini akan memaksimalkan peran parpol dalam memilih paslonnya untuk Pilpres.
Sebab, dengan waktu awal partai politik bisa bicara dan merumuskan common platform, visi dan misi pemerintahan kedepan jika paslonnya menang.
"Jadi parpol tidak hanya sekedar jadi 'kendaraan tumpangan' saja dalam urusan Pilpres," ucap Wakil Ketua MPR ini.
Arsul melanjutkan, parpol-parpol juga harus meletakkan platform yang nantinya menjadi bagian dari visi pasangan calon. Hal ini untuk menepis anggapan adanya koalisi parpol hanya sebatas pragmatisme semata.
"Ini sekaligus merespon prasangka bahwa selama ini parpol mengusung paslon atas dasar faktor-faktor pragmatisme," pungkasnya.
Advertisement
Sebelumnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membuka peluang berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengungkapkan, kerja sama politik tersebut harus menargetkan kemenangan dan perubahan di masa mendatang.
"Jadi apapun koalisi itu, arahnya meraih kemenangan capres-cawapres. Apakah misalkan PKB dengan PKS mungkin berkoalisi? Sangat mungkin jika koalisi itu menjanjikan harapan menang dan menjanjikan harapan ke arah yang lebih baik," kata kata Jazilul dalam keterangannya, Rabu (8/6).
Gus Jazil, begitu dia disapa, mengatakan PKB dengan PKS memiliki romantisme masa lalu. Ketika bergabung dalam koalisi Poros Tengah bersama sejumlah parpol berbasis Islam lainnya, seperti PAN, PBB, dan PPP. Koalisi ini berhasil menjadikan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) presiden pada 1999. Saat itu, PKS masih bernama Partai Keadilan (PK).
"Artinya koalisi PKB dengan PKS ini bukan hal baru, bahkan pernah mendudukkan orang sebagai presiden. Apakah 2024 bisa membangun koalisi dan menjadikan capres koalisi itu menang, sangat mungkin," tuturnya.