Abdullah Azwar Anas dikenal sebagai Bupati yang memiliki prestasi dalam membangun Banyuwangi. Bahkan Anas diberi julukan 'Sunrise of Java'.
Prestasi dan julukanya tersebut tentu bisa menjadi modal untuk maju menjadi calon Wakil Gubernur Jawa Timur, berpasangan dengan Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul. Terlebih lagi saat Gus Ipul dan Anas sudah resmi diusung oleh PDI Perjuangan (15/10).
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi mengatakan, bahwa Pilgub kali ini akan menjadi pertarungan kontestasi yang seru. Artinya, kalau dilihat dari dukungan politik, Gus Ipul dan cagub lainnya seperti Khofifah Indar Parawansa bersaing ketat. Namun, jika Gus Ipul berpasangan dengan Azwar Anas tentu dapat mendongkrak perolehan suaranya.
Setelah resmi diumumkan, keduanya terus melakukan peluasan dukungan guna menggapai seluruh elemen kelompok yang ada di Jawa Timur. Hal ini kan menjadi tugas tidak hanya bagi Gus Ipul, tetapi juga Anas sebagai sosok nasionalis.
"Perluasan dukungan pada kubu nasionalis menjadi tantangan dan tugas yang kemungkinan akan dijalankan oleh wakilnya, yaitu Anas untuk mendapat dukungan dari kelompok nasionalis," kata Airlangga, saat dihubungi merdeka.com, Minggu (15/10).
Kata dia, melalui modal prestasi dan reputasi baiknya serta penghargaan yang telah diperoleh dalam memimpin Banyuwangi, Azwar akan menjalankan setiap tantangan yang ada di Pilgub Jatim. Airlangga pun meyakini, Anas dapat memikat dukungan politik dari kubu nasionalis karena prestasinya itu.
"Kemungkinan ini adalah tugas yang harus dihadapi oleh calon tersebut, saya pikir ini akan dilakukan. Tugas ini akan menjadi tantangan terutama dari wakilnya, Anas. Anas kemungkinan akan menggunakan keberhasilannya dalam memipin Banyuwangi untuk memikat dukungan politik dari kubu nasionalis. Terutama kasus nasionalis itu di wilayah Mataraman," jelasnya.