Presidium Penyelamat Golkar: Munas Jakarta bukan munas tandingan

Agun menyebut istilah tersebut bukan berasal dari Presidium.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Presidium Penyelamat Golkar: Munas Jakarta bukan munas tandingan
Agun Gunanjar Sudarsa. ©2012 Merdeka.com

Kisruh Partai Golkar yang membentuk dua kubu antara Aburizal Bakrie (Ical) dan Agung Laksono masih terus bergulir. Terpilihnya Aburizal Bakrie (Ical) sebagai ketua umum Partai Golkar dalam Munas di Bali tidak diakui oleh kubu Agung Laksono.Kubu Agung Laksono yang menamakan diri sebagai Presidium Penyelamat Partai Golkar pun akan menggelar Munas tandingan. Agun Gunandjar Sudarsa salah satu tim penyelamat Partai Golkar, Munas yang akan mereka gelar enggan disebut sebagai Munas tandingan. Dia mengatakan Munas yang akan digelar adalah Munas Konstitusional."Munas yang kita lakukan itu bukan Munas tandingan tapi Munas konstitusional sesuai dengan AD/ART," kata Agun usai diskusi di Gado-gado Boplo Menteng, Jakarta, Sabtu (6/12).Dia mengatakan istilah Munas tandingan tersebut bukan dari pihaknya, namun dari pihak lawan atau media."Jadi kalo ada istilah tandingan bukan dari kami mungkin pihak lain atau pihak lawan atau media supaya seksi beritanya," katanya.Agun juga mengatakan pelaksanaan Munas harus melihat legalitasnya dari undang-undang partai politik serta dari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Karena pada undang-undang politik ada sebuah mekanisme proses Munas kepada pemerintah."Dalam kurun 7 hari pemerintah sudah dapat memberikan jawaban, apa menerima atau tidak," katanya.Jika pemerintah menerima, kata Agun, maka Munas pun akan dilakukan.

Rekomendasi