Pengamat: Debat Perdana Capres, Jokowi Terlihat Emosi, Sandi Paling Enjoy

"Harusnya sebagai petahana diuntungkan, tapi hampir tiga sesi terlihat gak enjoy. Justru di antara keempatnya yang enjoy Sandi. Bintangnya tadi malam Sandi. Dia mampu menarasikan dengan logic dan sistematik. Kalau Prabowo seperti biasa terlalu semangat sehingga agak meledak."

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap - Reporter
Pengamat: Debat Perdana Capres, Jokowi Terlihat Emosi, Sandi Paling Enjoy
Pasangan Capres Berpelukan Saat Debat Pertama. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani

Dua pasangan capres-cawapres, Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, sudah melakukan debat perdana Pilpres 2019. Isu penegakan hukum, HAM, korupsi, dan teroris menjadi tema pembuka.

Debat berlangsung dalam enam segmen dan memakan waktu lebih kurang 2 jam. Pengamat Politik dari Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun, menilai jalannya debat relatif stagnan tak ada yang terlalu menarik. Bahkan Jokowi, sebagai petahana dinilai tak luwes cenderung kaku dan grogi.

"Harusnya sebagai petahana diuntungkan, tapi hampir tiga sesi terlihat gak enjoy. Justru di antara keempatnya yang enjoy Sandi. Bintangnya tadi malam Sandi. Dia mampu menarasikan dengan logic dan sistematik. Kalau Prabowo seperti biasa terlalu semangat sehingga agak meledak. Nah petahana terlihat tidak optimal, tidak menunjukkan kepetahanannya itu," katanya saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (18/1).

Salah satu yang paling disorot dalam debat kemarin adalah sedikitnya porsi berbicara cawapres, Ma'ruf Amin. Selain itu, komunikasi terjalin antara keduanya terlihat kurang.

"Kelemahan terbesar Pak Jokowi Maruf saat debat pertama terlihat kurang kompak, tidak menunjukkan pembagian waktu yang baik, jadi seperti tidak dipersiapkan sebelumnya. Seperti saat Pak Maruf bilang cukup, padahal masih ada waktu. Ini sangat disayangkan," katanya.

Sedangkan pasangan Prabowo-Sandi, dia melihat lebih cair. Terlebih saat gerakan Sandi memijat Prabowo yang membuat seisi gedung tertawa.

"Harusnya petahana lebih bisa berselancar dalam debat kemarin apalagi udah punya data dan banyak dikerjakan," jelasnya.

Hal lain yang dia amati dalam debat Kamis malam tersebut, Jokowi sebagai petahana beberapa kali menunjukkan ekspresi emosionalnya. Beberapa kali intonasi suara mantan Wali Kota Solo itu juga meniggi.

"Pak Jokowi juga terlihat menggunakan diksi menyerang, diksi emosi, misalnya dengan kata 'saya tidak setuju', 'saya berbeda, 'jangan menuduh', itu kalimat menyerang yang menunjukkan ekspresi emosi," katanya mengakhiri ucapan.

Rekomendasi