Pasang badan Bamsoet buat Akom demi posisi Ketum Golkar

Berbagai isu miring muncul diduga untuk menjatuhkan salah satu calon.

Mardani
Oleh Mardani- Reporter
Pasang badan Bamsoet buat Akom demi posisi Ketum Golkar
Rapimnas Partai Golkar. ©2016 Merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Munaslub Partai Golkar bakal segera digelar. Para kader yang berniat mencalonkan diri sebagai ketua umum pun sudah mulai muncul menyatakan kesiapannya memimpin partai berlambang beringin itu.Salah satunya adalah Ade Komaruddin atau biasa disapa Akom. Ketua DPR ini telah mendeklarasikan pencalonannya sebagai ketua umum Golkar di Alun-Alun Utara Yogyakarta, Jumat (11/3) malam lalu.Bukan Golkar namanya jika persaingan perebutan posisi ketua umum tak berjalan sengit. Berbagai isu muncul diduga untuk menjatuhkan salah satu calon.Buat Akom, isu-isu yang diduga disasarkan untuknya di antaranya adalah soal gratifikasi berupa jet pribadi buat kampanye caketum, politik uang, hingga belum menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN). Namun, semua isu itu mendapat bantahan dari tim suksesnya.Adalah Bambang Soesatyo yang pasang badan membela Akom dari berbagai isu miring tersebut. Pria yang akrab disapa Bamsoet ini menyatakan, pelaporan Akom ke MKD atas tuduhan menerima gratifikasi berupa fasilitas jet pribadi saat keliling untuk bertemu DPD Golkar demi mencalonkan diri jadi ketua umum di Munas Golkar merupakan bentuk kampanye hitam yang dilakukan oleh lawan politik Akom di munas."Menurut saya itu kampanye hitam yang digerakkan oleh salah satu calon ketum Golkar secara pengecut," kata Bamsoet kepada merdeka.com, Selasa (23/2).

Dia, menilai pertarungan di munas Golkar semakin kasar antar caketum Golkar. Menurut dia, jet pribadi yang digunakan Akom bukan hasil gratifikasi."Saya menilai permainan makin kasar dalam persaingan caketum Golkar jelang Munas awal April mendatang. Kita sudah tahu pelakunya. Pesawat milik sendiri kok dibilang gratifikasi. Kita imbau bersainglah secara sehat," terang Bamsoet.Tak cuma kali itu saja Bamsoet membela Akom. Saat deklarasi Akom, Jumat malam lalu, Bamsoet juga menyatakan semua isu miring terhadap Akom tak mempan."Isu money politic, gratifikasi, LHKPN, semua tak mempan," kata Bambang Soesatyo di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Jumat (11/3).Bamsoet mengaku sudah mengendus siapa orang-orang yang menyerang Akom. Menurutnya, kampanye hitam itu tak terlepas dari persaingan di bursa calon ketua umum Golkar."Saya menduga pelakunya adalah caketum (calon ketua umum) yang stres. Tidak siap menang, tidak siap kalah. Sehingga memakai cara-cara kotor," katanya.

Bamsoet juga menjelaskan, surat perjanjian yang menyebut bila Akom tak akan maju jadi calon ketua umum Partai Golkar sudah diedarkan oleh kelompok tertentu ke seluruh daerah. Padahal surat perjanjian tersebut diragukan keasliannya."Karena saya pelaku rapat harian terbatas saat itu, saat pergantian Novanto karena papa minta saham, ada semua saat itu. Sekjen saja yang telat," katanya.Dalam pertemuan terbatas kala itu, lanjut Bamsoet, disepakati bahwa isu yang dimainkan Akom saat itu sedang mendorong Munas atau Munaslub. Perjanjian ketika itu Akom tak boleh mendorong terjadinya Munas atau Munaslub karena sedang dalam proses hukum di Mahkamah Agung (MA)."Bahwa kemudian isinya diubah jadi tak mencalonkan, ini yang jadi tanda tanya. Yang saya heran, darimana orang-orang itu menyebarkan dokumen yang harusnya berada di laci Pak ketua umum (Ical). Artinya ada yang curi dokumen itu dari laci ketum. Belum lagi isinya sendiri belum dikonfirmasi," katanya.Bamsoet bahkan tak segan menuding banyak calon ketua umum Partai Golkar yang hanya mengumbar janji-janji palsu. Menurutnya hal itu berbeda dengan Akom yang lebih banyak akan mendengarkan aspirasi-aspirasi pengurus Partai Golkar di daerah-daerah."Ikrar ini ingin menegaskan, menjelang munas, banyak caketum menjadi playboy. Mereka ke sana kemari, tebar pesona. Kami ingin tegaskan ikrar ini Akom bukan kategori playboy," kata Bamsoet.Bamsoet menyatakan, Akom merupakan sosok pemimpin yang sederhana dan bisa merangkul semua kalangan untuk persatuan Partai Golkar. Dia lebih banyak mendengarkan aspirasi dari daerah-daerah untuk kemajuan masa depan partai."Playboy itu datang ke daerah, beri janji, tak pernah ditepati. Tapi Akom itu tak seperti itu," ucapnya.

Rekomendasi