Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) menyindir Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai partai baru pada pidato usai penetapan nomor urut Pemilu 2019. Dia menyindir pidato Ketua Umum PSI Grace Natalie yang ingin membawa gejolak muda di perpolitikan Indonesia.
Sebelumnya Grace menggebu-gebu ingin mengubah wajah politik Indonesia yang buruk dengan mendorong kader muda dan berkompeten di parlemen. OSO membalas hal itu tak perlu lagi diajari.
"Anak-anakku yang baru saja muncul, saya bangga dengan kalian, tapi jangan mengajari bebek berenang, boleh-boleh saja semangatnya begitu tinggi, tapi umur kita sudah lewat jauh terbang, jadi nggak perlu lagi kita diajarkan," ucap OSO.
OSO juga menyindir jargon Partai Golkar yang bakal digunakan selama pemilu. Dia meminta Ketum Airlangga Hartarto cari filosofi lain yang tidak sama dengan Hanura yang sudah lama mereka gunakan.
"Saya senang Golkar pakai filosofi kita, bangkit, jaya, menang. Kalau bisa yaa cari filosofi sendiri-sendiri, jangan ikut-ikutan," ucapnya.
Selain itu, OSO juga menanggapi urutan yang Hanura dapatkan yaitu angka 13. OSO merasa angka tersebut bukan angka sial, seperti yang dipercaya sebagian orang. Tapi angka 13 menurutnya baik. Seperti yang diharapkan ketika ditanya ingin angka urutan berapa.
"Saya bilang ganjil, ganjil yang mana? Yang besar, karenanya 1 dan 3 kalau digabung adalah B,B itu adalah berkah, dan B itu adalah bagus dan B itu baik dan ada di ayat Islam selalu kita diharuskan sabar, jadi jangan cari nomor yang kecil-kecil, cari nomor yang besar," jelasnya.