Lusa, Cak Imin bertemu Airlangga Hartarto bahas Pilpres

Cak Imin mengatakan, bahwa dirinya akan terus berusaha agar Join bisa diterima di semua kalangan masyarakat.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Lusa, Cak Imin bertemu Airlangga Hartarto bahas Pilpres
Cak Imin di Bali. ©2018 Merdeka.com/Moh Kadafi

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin), meresmikan posko Cak Imin Untuk Indonesia (Cinta) sebagai wadah untuk relawan Jokowi-Cak Imin (Join). Bertempat di Jalan Mertasari, Suwung Kangin, Denpasar, Senin (7/5).

Kedatangan Cak Imin juga didampingi Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Menteri Desa), Eko Putro Sandjojo yang juga Politikus PKB. Peresmian posko Cinta ini, adalah sebagai persiapan Cak Imin menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) untuk mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) maju dalam Pilpres pada tahun 2019.

Cak Imin mengatakan, bahwa dirinya akan terus berusaha agar Join bisa diterima di semua kalangan masyarakat. Selain itu, ia juga sudah berkomunikasi dengan para partai pendukung pemerintah.

"Saya juga sudah ketemu dengan Sekjen PDIP (Hasto Kristiyanto). Dalam waktu dekat, tepatnya dua hari mendatang saya juga udah janjian dengan Ketua Golkar Airlangga Hartarto untuk bertemu. Semuanya dilakukan dalam rangka menguatkan Join," ucapnya, Senin (7/5).

Cak Imin, juga menceritakan alasannya untuk maju menjadi Cawapres. Pertama, karena PKB memiliki 11 juta suara. Kedua, karena keinginan ulama dan kiai untuk maju menjadi Cawapres 2019.

"Saya punya 11 juta suara di PKB, yang kedua kalangan ulama memerintahkan saya seperti itu. Ini semua berawal dari kalangan Ulama dan Kiai yang memerintah saya. Saya tidak tahu perintahnya kok jadi Wapres. Kemudian, saya tanya kenapa tidak diperintah jadi Presiden. Iya sudah kita jalankan saja," jelasnya.

Cak Imin juga berkeyakinan bahwa dirinya akan menjadi Cawapres Jokowi, karena menurutnya sebagai orang yang beriman harus menyakini hal tersebut. Kemudian, berusaha semaksimal mungkin agar terwujud.

Terkait salah satu hasil survei, yang menjelaskan bahwa elektabilitas Jokowi kalah tinggi daripada Prabowo Subianto. Hal itu, tanggapi santai dengan Cak Imin.

"Iya makannya saya kerja dengan Join ini, supaya naik," imbuhnya dengan tersenyum.

Namun, ketika awak media bertanya terkait statement Cak Imin, tentang Jokowi bisa kalah jika bukan Cawapresnya adalah dirinya. Hal itu dibenarkan, sebab PKB mempunyai 11 juta suara yang nantinya tidak akan memilihnya.

"Kalau Bapak Jokowi tidak mengajak saya Wapres, itu bisa kalah. Iya PKB tidak memilih, dan 11 juta (suara) tidak memilih," ujarnya.

Sampai saat ini dia mengaku hanya fokus untuk berupaya menjadi pendamping Jokowi di Pilpres 2019. Dia mengaku tak memikirkan apabila berpasangan dengan calon lain.

"Sampai hari ini masih belum, dan sebelum janur melengkung maka harapan masih ada," ujarnya.

Rekomendasi