LSI Denny JA: Golkar terancam jadi 'penyanyi latar' pada Pilpres 2019

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengungkap Partai Golkar diramalkan hanya menjadi 'penyanyi latar' dalam Pemilu 2019. Golkar disebut tengah krisis tokoh yang bisa diusung pada pilpres nanti.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
LSI Denny JA: Golkar terancam jadi 'penyanyi latar' pada Pilpres 2019
Golkar. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengungkap Partai Golkar diramalkan hanya menjadi 'penyanyi latar' dalam Pemilu 2019. Golkar disebut tengah krisis tokoh yang bisa diusung pada pilpres nanti.Pada survei top of mind calon presiden, muncul lima nama yakni Joko Widodo (38,4 persen), Prabowo Subianto (24,6 persen), Gatot Nurmantyo (7,5 persen), Anies Baswedan (4,9 persen), dan Agus Harimurti Yudhoyono (3,2 persen). Tiga di antaranya, Gatot, AHY, dan Anies bukan dari partai. Sisanya dari partai, Jokowi (PDIP) dan Prabowo (Gerindra).Dari lima nama unggulan itu tidak ada satupun tokoh dari Golkar. Padahal saat ini mereka menyandang status sebagai partai terbesar kedua. Hal ini jadi ancaman serius untuk partai berlambang beringin itu."Golkar saat ini sebagai partai terbesar kedua tak lahirkan tokoh kelas berat," kata peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa di kantornya Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (14/12).Dari hasil survei cawapres pun sama. Tidak ada nama tokoh Golkar yang menghiasi temuan LSI Denny JA. Nama yang mencuat adalah Gatot dan AHY (latar militer), Anies Baswedan (latar gubernur), serta Yusril Ihza Mahendra dan TGB Zainul Majdi (latar tokoh muslim). LSI Denny JA tak mengungkap jumlah persentase karena hasilnya bervariasi."Selain tak ada capres kuat, bahkan untuk cawapres. Hasil survei tidak ada internal Partai Golkar," ujar Sopa."Terancam Golkar hanya penyanyi latar," tukas dia.Survei diambil pada 1-14 November 2017, ditambah riset kualitatif berupa diskusi dan wawancara mendalam pada 1-13 Desember. 1.200 responden diwawancara tatap muka dan dipilih metode multistage random sampling. Margin of error survei ini sebesar kurang lebih 2,9 persen.

Rekomendasi