Kritik menjadi hal yang lazim diterima seorang penguasa. Dengan adanya kritik, maka rezim yang berkuasa dapat menjalankan roda pemerintahannya dengan lebih baik.Tak terkecuali bagi Presiden Joko Widodo. Sebagai orang nomor satu di negeri ini, kritikan juga kerap didapatnya dalam menjalankan roda pemerintahan.Adalah Wakil Ketua DPR Fadli Zon, salah satu politikus yang 'rajin' mengritik Jokowi. Selain sebagai wakil rakyat di DPR, Fadli juga merupakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, parpol yang berbeda haluan dengan pemerintah.Karenanya wajar, jika Fadli kerap melontarkan kritik terhadap pemerintah. Sejak Jokowi-JK dilantik tahun lalu, Fadli memang kerap melontarkan kritikan. Bahkan kata-kata yang digunakannya untuk mengritik kerap mengambil istilah-istilah yang biasa didengan orang umum.Salah satu contohnya Fadli pernah beberapa kali mengritik Jokowi mengelola negara seperti mengelola warung kopi (Warkop). Salah satu momennya adalah saat jelang pelantikan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) beberapa waktu lalu.Saat itu ada kesalahan penulisan kepanjangan BIN dalam surat undangan yang disebar. BIN yang sejatinya adalah Badan Intelijen Negara, dalam undangan tersebut menjadi Badan Intelijen Nasional. Meski buru-buru dikoreksi oleh Setneg, tetap saja hal itu memancing reaksi dari Fadli.
Advertisement
Fadli mengritik kesalahan penulisan kepanjangan BIN tersebut kembali menambah bukti jika Presiden Jokowi mengelola negara seperti memimpin Warung Kopi alias Warkop."Jangan dianggap enteng, berarti ada yang salah dengan sistem perencanaan, mekanisme dan sebagainya di dalam pemerintahan. Ini semakin menunjukkan dikelola seperti warung kopi (warkop)," kata Fadli di Kompleks Parlemen DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7).Sebelumnya, Fadli juga pernah mengritik kepemimpinan Jokowi seperti mengurus Warkop. Saat itu, Fadli membandingkan harga kebutuhan rumah tangga sebelum Jokowi menjabat hingga lebih enam bulan Jokowi menjadi presiden. Menurut dia, harga bahan pokok melonjak naik, seperti beras, gas elpiji, listrik dan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi."Reshuffle kabinet hanya mempertinggi tempat jatuh kalau kelola negara masih seperti warung kopi. #pemerintahanwarkop," tulis Fadli dalam akun Twitternya, @fadlizon dikutip merdeka.com, Senin (29/6).Fadli mengatakan, dalam mengurus warung kopi tidak perlu ada rencana yang matang. Hanya cukup melihat dan mengeluarkan kebijakan saat itu pula."Pencitraan dengan bagi kartu, kaos atau buku hanya buying time. Masalah ekonomi dan kesejahteraan sesungguhnya terabaikan. #pemerintahanwarkop," tambah Fadli.
Advertisement
Rupanya Fadli memiliki istilah baru dalam mengritik Jokowi. Kemarin, mengritik kabinet pemerintahan Jokowi-JK seperti pasar malam.Awalnya Fadli meminta ketegasan Presiden Jokowi dalam memimpin para menterinya. Jokowi diminta menunjukkan kendali penuh atas para menterinya."Nah ini harus dipertanyakan, who is the president? Jangan sampai membuat kita bertanya-tanya, siapa the real president?" kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/11).Fadli lantas mengaku pernah suatu kali dia menanyakan ke Jokowi terkait program pembelian pesawat Airbus A350. Namun Jokowi malah bertanya balik pada Fadli tentang kejelasan pembelian yang dilakukan oleh Garuda Indonesia itu."Presiden malah bingung, dia enggak tahu, padahal waktu itu isunya lagi ramai," tuturnya.Karenanya, Fadli menilai perbedaan pandangan antara Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menko Kemaritiman Rizal Ramli, tak lepas dari kontrol Jokowi. Menurutnya hubungan komando dari Jokowi dan antar sesama kementerian sudah tak harmonis.Karena itu dia menilai kabinet pemerintahan Jokowi-JK layaknya pasar malam. "Seperti tidak solid pemerintahan ini. Konduktornya tidak mampu buat satu musik yang harmoni. Menteri-menteri saling sikat dan sikut seperti kabinet pasar malam," pungkasnya.