Kongres PAN Memanas, Zulhas Kutip Amien Rais Kompetisi Itu Seperti SmackDown

Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan atau Zulhas mengungkapkan ketidakhadiran Amien dalam acara tersebut dikarenakan ada agenda penting yang tidak dapat ditinggalkan.

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
Kongres PAN Memanas, Zulhas Kutip Amien Rais Kompetisi Itu Seperti SmackDown
Pembukaan Kongres PAN. ©2020 Liputan6.com/nandaperdanaputra

Partai Amanat Nasional (PAN) secara resmi membuka gelaran Kongres V, di Kendari. Acara pembukaan yang digelar di Kawasan Tugu Persatuan Kendari itu dihadiri sejumlah tokoh PAN, seperti Hatta Rajasa dan Sutrisno Bachir.

Acara pembukaan itu turut dihadiri Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno. Namun acara tersebut tidak dihadiri Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan atau Zulhas mengungkapkan ketidakhadiran Amien dalam acara tersebut dikarenakan ada agenda penting yang tidak dapat ditinggalkan.

Ketidakhadiran Amien, lanjut Zulhas, sudah disampaikan lewat pesan yang disampaikan kepada Eko Hendro Purnomo sebagai Ketua Organizing Committee (OC) Kongres PAN.

"Ketua Dewan kehormatan PAN, saudaraku Mohammad Amien Rais, yang baru saja mengirimkan, tadi satu jam yang lalu ke Mas Eko sedang rapat penting. Mudah-mudahan bisa hadir. Tapi kalau tidak katanya silakan acara untuk dilanjutkan," ungkapnya dalam sambutan, di acara pembukaan Kongres V PAN, Kendari, Senin (10/2).

Dia pun mengungkapkan salah satu pesan yang pernah diutarakan Amien terkait ketat dan kerasnya kompetisi di internal partai.

Amien, jelas dia, mengibaratkan kontestasi pemilihan ketua umum PAN, seperti pertarungan gulat 'SmackDown'. "Pak Amien mengatakan kompetisi itu seperti SmackDown," ujar dia.

Meskipun saat kompetisi persaingan tampak begitu ketat, tapi situasi akan kembali mencair setelah kompetisi usai. Setiap kubu yang bersaing akan kembali bersatu untuk membangun partai.

"Kadang-kadang banting-bantingannya keras. Tetapi setelah itu kita berharap kita bersatu lagi untuk memperkokoh partai kita," tandasnya.

Suasana Kongres sebelumnya memanas hingga terjadi keributan antar peserta. Calon Ketua Umum (Caketum) PAN Petahana Zulkifli Hasan menyesalkan terjadinya keributan tadi siang di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Selatan yang merupakan areal Kongres PAN. Apalagi sampai pengambilan paksa sejumlah alat elektronik berupa komputer untuk pendataan peserta kongres.

"Nanti diselesaikan oleh steering committee, ngamuk-ngamuk yang dipimpin oleh saudara Asri Anas, kemudian komputernya lima, itu diambil. Teman-teman OC (Organizing Comitte) kan nggak bisa kerja, karena komputernya di situ," tutur pria yang akrab disapa Zulhas di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (10/2).

Menurut Zulhas, dari awal registrasi berjalan dengan lancar. Namun untuk wilayah Maluku bermasalah lantaran memang ada sengketa antar Ketua DPW.

"Tadi teman-teman registrasi sudah berjalan lancar ya, NTT lancar, Jawa Timur lancar, memang Maluku dan Maluku Utara itu ada masalah karena ada Plt-Plt nya. Oleh karena itu akan diselesaikan oleh steering committee. Jadi memang nggak bisa diberi karena ada masalah," jelas dia.

Pada akhirnya, panitia menjadi kesulitan mendata dan mencoba melakukan registrasi peserta secara manual.

"Jadi yang salah siapa? Ya yang merebut itu. Jelas sekali itu. Memang Maluku Utara sekali lagi ada sengketa yang nanti akan diselesaikan oleh SC," kata Zulhas.

Asri Anas merupakan Koordinator tim konsolidasi lapangan pemenangan Mulfachri Harahap. Saat kericuhan terjadi, massa sempat meneriakkan nama Calon Ketua Umum PAN Mulfachri Harahap usai diredam oleh pihak kepolisian.

"Mulfachri menang," teriak sejumlah massa bergantian.

Massa aksi juga merusak sebuah banner Kongres PAN sebagai bentuk protes. Hal itu didasari oleh batas waktu pendaftaran peserta Kongres PAN yang telah habis.

"Kita boikot kongres kalau tidak hentikan pendaftaran," teriak seorang peserta kongres PAN.

Diketahui, pendaftaran peserta Kongres PAN dibuka mulai pukul 08.00 hingga 12.00 Wita. Sementara massa yang ricuh menuding adanya sebagian peserta Kongres PAN yang menyalahi aturan.

Meski batas waktu sudah habis, disebut masih ada pihak yang berhasil mendaftarkan diri sebagai peserta.

Mulfachri sendiri memang sudah berada di lokasi Kongres PAN sejak pagi tadi. Menurutnya, perbedaan pendapat dalam sebuah gelaran akbar adalah hal yang lumrah.

"Bahwa ya ada riak-riak kecil seperti yang teman-teman dengar itu. Itu sesuatu yang wajar menurut saya, seperti yang saya sampaikan berkali-kali, dalam sebuah pesta besar kalau ada satu dua piring pecah saya kira itu hal yang wajar dan tidak merusak kemeriahan pesta," kata Mulfachri di lokasi sebelum ricuh massa terjadi.

Dia berharap, Kongres PAN di Kendari dapat berjalan dengan kondusif. Sudah menjadi keharusan bahwa seluruh peserta mengawal kegiatan tersebut dan menjadikan kondisinya aman terkendali.

"Kongres resmi sudah memutus bahwa tempat penyelenggaraan kongres adalah Kendari, walaupun awalnya kita keberatan tapi yasudah urusan seperti itu kita sudah sepakati. Kemudian tempat penyelenggaraannya di Hotel Claro dan juga disepakati seluruh proses registrasi adanya di tempat ini. Jadi semua hal yang dilakukan di luar hotel ini ilegal," Mulfachri menandaskan.

Rekomendasi