Jelang pengumuman bacagub Jawa Timur, Sekjen PDIP temui Risma

Jelang pengumuman bacagub Jawa Timur, Sekjen PDIP temui Risma. Bertemu Risma, Hasto mengaku tidak hanya membahas Pilgub Jawa Timur, tetapi juga banyak banyak hal yang dibicarakan.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Jelang pengumuman bacagub Jawa Timur, Sekjen PDIP temui Risma
PDIP minta masukan Risma soal Pilgub. ©2017 merdeka.com/moch andriansyah

Tanggal 15 Oktober 2017, DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan mengumumkan siapa pasangan bakal calon gubernur (Cagub) dan Cawagub Jawa Timur. Sebelum pengumuman itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto secara khusus datang menemui Wali Kota Tri Rismaharini di rumah dinas wali kota, Jalan Sedap Malam, Surabaya, Senin (9/10). Bertemu Risma, Hasto mengaku tidak hanya membahas Pilgub Jawa Timur, tetapi juga banyak banyak hal yang dibicarakan. "Ada persoalan tata kota, ada persoalan dengan taman, rencana kunjungan ibu (Megawati), terus kemudian persoalan Pilgub. Kami juga bahas persoalan Pilgub dengan Bu Risma," aku Hasto.Hadir mendampingi Hasto, Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Kusnadi, Wakil Wali Kota Surabaya juga Ketua DPD PDIP Surabaya, Whisnu Sakti Buana, serta Ketua Bapilu Surabaya juga Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono. Hasto mengatakan alasan bertemu Risma karena Wali Kota Surabaya itu dinilai memahami dinamika politik di Jawa Timur."Karena beliau (Risma) kan sangat memahami dinamika politik dan konfigurasi politik di Jawa Timur, maka kami minta masukan Bu Risma. Itu cara PDIP seperti itu. Tidak asal deklarasi. Kami dialog, kami komunikasikan dulu," paparnya. Tak hanya Risma yang dimintai masukan. Kata Hasto, pihaknya juga meminta masukan mantan Menteri BUM, Dahlan Iskan dan sejumlah kiai di Jawa Timur."Setelah Pak Ahmad Basarah ditugaskan ketemu dengan para kiai-kiai NU se-Jawa Timur, maka kami menerima masukan. Karena yang kami tampilkan bener-benar sosok yang mampu membangun kualifitas masyarakat, sosok yang mampu merangkul seluruh potensi yang ada di Jawa Timur ini," sambungnya. Sementara itu, di hari pengumuman nanti, PDIP akan mengundang ketua, sekretaris, dan bendahara partai. "Tanggal 15 Oktober itu baru pengumuman pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, dan kemudian, setelah itu baru dilakukan deklarasi. Yang diundang nanti, terutama adalah struktur partai: ketua, sekretaris, dan bendahara," katanya lagi.Mengenai mengundang para bakal calon, seperti Saifullah Yusuf, Abdullah Azwar Anas, dan Tri Rismaharini, Hasto masih merahasiakan. "Saya kurang tahu," dalihnya pendek. Namun, Hasto mengaku, di saat hari pengumuman itu, pihaknya akan menampilkan para calon yang akan direkomendasi maju Pilgub Jawa Timur di tempat tersembunyi. "Nanti kita tampilkan di tempat tersembunyi. Kemudian kita tampilkan saat pengumuman itu. Tentu saja ibu ketua umum (Megawati) yang akan mengambil keputusan," ucap Hasto.

Rekomendasi