Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief meminta Menko Polhukam Mahfud MD mencegah ulah Kepala KSP Moeldoko yang disebut akan melakukan kudeta kursi Ketum Demokrat. Diketahui, Demokrat menuding Moeldoko menjadi salah satu dalang kudeta partai.
"Pak Prof @mohmahfudmd yang saya hormati, meski ada keterlibatan KSP Moeldoko dalam kudeta Demokrat besok, saya harap Pak Prof larang perbuatan melanggar hukum Pak Moeldoko," kata Andi pada akun twitternya, Kamis (4/3).
Andi mengingatkan, langkah KLB yang dilakukan Moeldoko melanggar AD/ART. "Dasarnya langgar UUD, UU kepartaian dan AD ART partai yg disahkan negara. Karena Pak Jokowi sudah gak mau dengar lagi," ucapnya.
Dalam sejarah kudeta, kata Andi, selalu terjadi korban dan pertumpahan darah. "Dalam catatan pengambilalihan ilegal partai, saya dan Pak Prof @mohmahfudmd sama-sama mengetahui bisa berdampak tmbulkan korban dan pertumpahan darah. Sudah banyak kajian disertasi soal ini. Upaya ugal-ugalan Pak Moeldoko ini berpotensi sama, tidak harus empirisme untuk menjawabnya," tandasnya.
Adapun sebelumnya, Andi menyebut pihaknya sedang memantau pelaksanaan KLB yang digelar di Sumatera Utara mulai hari ini.
"Kami sedang memantau KLB," kata Andi.
KLB yang digelar Moeldoko cs itu, kata Andi, berkedok acara GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia) dan digelar pada 4-6 Februari di Hotel di Kota Deli Serdang, Sumut
"Setelah tim kami sampai di lokasi, meminta informasi ke reception menanyakan kegiatan Demokrat akan tetapi receptionist menjawab kegiatan Demokrat tidak ada, akan tetapi yang ada Kegiatan GAMKI ( Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia) yang dilaksanakan 3 hari Kamis, Jumat dan Sabtu," bebernya.
Sebelumnya, Kepala Staf Presiden Moeldoko kembali tampil untuk menepis isu keinginannya mencalonkan diri sebagai capres 2024 di balik kabar kudeta Partai Demokrat.
Bantahan Moeldoko sekaligus menjawab pernyataan Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra yang menyarankan Moeldoko tidak sibuk menyiapkan diri sebagai calon presiden 2024.
"Terus dibilangin mau jadi presiden, yang enggak-enggak saja itu. Ah kerjaan gue setumpuk gini ngurusin yang enggak-enggak saja," ungkap Moeldoko di Jakarta, Rabu (3/2).
Menurut Moeldoko, tuduhan keinginannya menjadi capres adalah lelucon. Termasuk ikut serta mengkudeta Partai Demokrat.
"Janganlah apa membuat sesuatu itu kayak dagelan saja. Gitu lucu-lucuan, moeldoko mau kudeta lah, kudeta apaan kudeta?" kata Moeldoko.
Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com