Ganjar Kecewa Berat Divonis Bawaslu Langgar Etika karena Deklarasi Dukung Jokowi
Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kecewa atas putusan Bawaslu Jateng yang memvonisnya melanggar etika dalam deklarasi dukungan pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 Jokowi-Maruf di Solo, beberapa waktu lalu. Meski demikian, dia memilih untuk menunggu salinan putusan setelah selesai melakukan pemanggilan terhadap 35 kepala daerah.
"Saya menunggu putusan pleno dari Bawaslu. Karena jadi ranah publik maka akan saya kejar," kata Ganjar Pranowo, Senin (25/2).
Dia menyebut putusan Bawaslu terkait deklarasinya bersama 31 Kepala Daerah dinilai tidak berwenang melanggar ketentuan pelanggaran etika dalam UU Pemerintahan Daerah.
"Jadi atas putusan itu merugikan dirinya. Saya tidak punya lembaga banding," ujarnya.
Menurutnya, kewenangan Bawaslu seharusnya hanya sampai pada tahap klarifikasi dan menguji kaitannya dengan adanya pelanggaran Pemilu. Jika tidak ada, seharusnya Bawaslu sudah berhenti di situ.
"Kalau lah saya melanggar etika (dalam UU Pemda) yang berhak menentukan saya melanggar, apakah Bawaslu? Wong itu bukan kewenangannya kok," ungkapnya.
Ganjar mengaku belum menerima salinan hasil pleno Bawaslu. Dia merasa sangat dirugikan dengan putusan Bawaslu tersebut.
"Kalau pengadilan, begitu diputus pihaknya dikasih. Lah ini kan saya belum tahu sampai saya harus aktif untuk menghubungi. Karena ini menjadi diskursus di tingkat publik dan merugikan saya," kata Ganjar.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya