Di Hari Lahir Pancasila, Wapres keluhkan politik uang

"Kita masih tertinggal dalam membangun politik yang tidak dikuasai uang," ujar Boediono di pidato hari lahir Pancasila.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
Di Hari Lahir Pancasila, Wapres keluhkan politik uang
boediono. Merdeka.com

Wapres Boediono berpidato dalam upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945 di Gedung MPR. Boediono berbicara panjang lebar soal bagaimana berkali-kali Pancasila menyelamatkan bangsa ini dari perpecahan.Boediono juga membeberkan masih banyak permasalahan yang dihadapi bangsa ini di bidang keamanan, sosial, politik dan ekonomi."Kita juga masih harus meningkatkan mutu demokrasi kita. Kita masih tertinggal dalam membangun politik yang tidak dikuasai uang," ujar Boediono dalam sambutannya, Jumat (1/6).Boediono pun mengeluhkan korupsi yang masih mengakar. Selain itu media juga yang dikuasai pemodal.

"Dan tidak kalah penting, kita masih harus belajar banyak untuk mengelola perbedaan dan konflik antara sesama kita, yang tidak jarang berbentuk kekerasan dan pengrusakan," kata Boediono."Izinkanlah di sini saya mengutip kata-kata Martin Luther King Jr, seorang pejuang hebat persamaan hak bagi kaumnya. Beliau berkata:  'We must learn to live together as brothers or perish together as fools.'  Kita harus belajar hidup bersama sebagai saudara, atau kita semua akan binasa sebagai orang-orang bodoh," tutup Boediono.Acara peringatan itu juga dihadiri oleh Mantan Presiden RI BJ Habibie dan Megawati Soekarno Putri. Turut hadir juga mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno, Hamza Haz dan Jusuf Kalla, serta pimpinan lembaga tinggi negara lainnya.

Rekomendasi