Amir Syamsuddin soal Ruhut: Tudingan itu yang tidak bisa saya terima
Merdeka.com - Pencopotan Ruhut Sitompul dari koordinator juru bicara Partai Demokrat merembet ke persoalan hukum. Ruhut menuding, awal mula pencopotan ini karena dirinya tegas meminta Putu Sudiartana dipecat pasca ditangkap tangan oleh KPK.
Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Amir Syamsuddin menyayangkan sikap Ruhut. Dia bahkan marah dengan pernyataan Ruhut yang mengatakan Demokrat tak dukung KPK karena mempertanyakan penangkapan Putu Sudiartana beberapa waktu lalu. Jumpa pers itu, dipimpin langsung oleh Amir Syamsuddin.
"Tudingan paling serius adalah Demokrat tidak mendukung KPK dalam kasus Putu Sudiartana, ini orang jangan lupa, kalau tidak ada Demokrat KPK tinggal nama," kata Amir saat berbincang dengan merdeka.com, Selasa (23/8).
Amir mengisahkan bagaimana Demokrat ngotot tak ingin UU KPK direvisi, saat mayoritas partai politik di DPR ingin merubah KPK. Menurut Amir, Demokrat paling depan ingin menguatkan lembaga KPK. Karena itu dia kesal dengan tudingan Ruhut.
"Waktu DPR sudah ada upaya untuk merevisi UU KPK kecenderungannya bisa melemahkan KPK, justru Demokrat paling depan saat itu. Tudingan itu tidak bisa saya terima bahwa Demokrat tidak mendukung KPK itu yang paling saya keberatan, kalau yang lain seperi Anda katakan (Amir pembisik SBY) itu dia berhalusinasi," kata Amir geram.
Mantan Menkum HAM era SBY ini pun kembali menegaskan, Demokrat sangat mendukung lembaga KPK dikuatkan. Meskipun dalam prosesnya, banyak kader Demokrat yang ditangkap oleh KPK karena terbelit kasus korupsi.
Khusus untuk kasus Putu Sudiartana, Amir Syamsuddin menegaskan bukan ingin melemahkan KPK. Namun dia hanya mempertanyakan kenapa Putu ditangkap operasi tangkap tangan tanpa ada momen serah terima uang yang dilakukan saat itu.
"Itu yang paling serius tudingan Demokrat, bayangkan hampir mayoritas ingin golkan merubah UU KPK, partai siapa yang paling depan? Demokrat sangat merasakan getir daripada tindakan KPK, sehingga kami perlu pertanaykaan putu sampai saat ini tidak jelas..
"Kalau OTT kan kita tahu semua ada orang memberi dan menerima, katanya ini modus lain OTT, seperti apa? Namanya saja operasi tangkap tangan, bukan karena melemahkan, tapi mengingatkan KPK," tegas dia.
Sebelumnya diberitakan, Ruhut menduga pencopotannya berawal dari sikap kerasnya terhadap Wakil Bendahara Umum Partai Demokrat Putu Sudiartana.
Putu terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK atas kasus korupsi proyek infrastruktur di Sumatera Barat. Atas kejadian ini, Ruhut menyampaikan pernyataan keras bahwa Putu bakal dipecat.
Namun sejumlah kader seperti Amir Syamsuddin justru berang dengan ucapan Ruhut. Amir Syamsudin dituding melaporkan ini ke Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Waktu Putu tertangkap tangan, gua ini juru bicara. Gua ini antikorupsi. Amir Syamsudin dkk marah bikin pertemuan. Aku koordinator enggak diundang," kata Ruhut saat dihubungi Jakarta, Senin (21/8).
"Mereka lapor ke SBY ke mana-mana. Setelah mereka konpers KPK bilang itu tertangkap tangan langsung diem. Rusak kan partai kalau gitu. Sedangkan partai kita mengatakan tidak pada korupsi," sambungnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya