Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Akbar Tandjung, menilai tindakan responsif yang dilakukan pemerintah terkait dengan kenaikan harga elpiji 12 kilogram merupakan aksi abu-abu.Akbar menilai masih banyak peristiwa yang perlu disikapi lebih dalam oleh Pemerintah. "Bagus responsif, tapi banyak peristiwa yang harusnya lebih responsif. Jadi ada pertanyaan ada apa? Jangan-jangan ada hubungannya dengan pencitraan," kata Akbar di Jakarta, Senin (6/1).Akbar menilai, apa yang dilakukan pemerintah sah-sah saja, tetapi sekiranya menggunakan cara-cara yang benar. Akbar mengingatkan masyarakat saat ini sudah semakin cerdas dan kritis sehingga bisa membedakan kerja sungguhan pencitraan."Makin cerdas makin kritis. Pencitraan harus yang sehat, jangan manfaatkan posisi yang dimiliki secara terbuka dan demokratis. Yakinkan masyarakat dengan program, bukan dengan citra," pungkasnya.Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama kabinetnya menggelar rapat terbatas, mengambil sikap terhadap kenaikan harga elpiji 12 kilogram. Menurut pemerintah kenaikan tersebut merupakan kebijakan perusahaan, yakni Pertamina.Tidak hanya itu, dalam rapat pembahasan UU DPRD dan masalah BPJS, pemerintah juga mengklaim hal itu merupakan upayanya dalam mementingkan aspirasi rakyat.
Akbar nilai sikap pemerintah soal elpiji 12 kg itu pencitraan
Kata Akbar, "Banyak peristiwa yang harusnya lebih responsif. Jadi ada pertanyaan ada apa?"
Rekomendasi