Warga menduga pelaku mutilasi ibu kandung di Surabaya sakit jiwa

Reporter : Moch. Andriansyah | Selasa, 14 Mei 2013 16:46

Warga menduga pelaku mutilasi ibu kandung di Surabaya sakit jiwa
Supardi, tega bunuh ibunya. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Supardi, tersangka mutilasi ibu kandung di Karangploso 14, Bangkingan Wetan, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (14/5), diduga mengalami gangguan jiwa. Sebelum membunuh ibunya, warga sering memergoki pria 26 tahun itu berteriak histeris tanpa sebab.

Misalnya Sukadi, salah satu tetangga korban. Menurut dia Supardi sering mengamuk di rumahnya. "Dugaannya sih dia (tersangka) gila. Sebab, warga di sini sering mendengar dia teriak-teriak sendiri. Kalau kumat sering mengamuk, tapi kalau lagi normal, prilakunya baik," kata Sukadi di lokasi kejadian.

Sementara itu, polisi tidak ingin berandai-andai soal dugaan warga setempat tentang gangguan kejiwaan tersangka sebelum mendalami kasus. "Kita masih mendalami kasus ini, dalam melakukan pemeriksaan secara intensif tersangka," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Farman.

Diberitakan sebelumnya, Selasa sekitar pukul 10.00 WIB, warga Bangkingan digegerkan dengan teriakan histeris Muntholib, suami korban. "Bojoku matek nggak onok ndase (istriku meninggal tak ada kepalanya)," kata Sutadi menirukan teriakan Munthalib.

Dari hasil penyelidikan polisi, istri Muntholib, Akhiyah (60) tersebut, dibunuh anak kandungnya sendiri, Supardi, karena sakit hati pada sang ibu yang lebih perhatian kepada anak-anaknya yang lain.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka menggorok leher ibunya hingga kepalanya putus, lalu menyembunyikan kepala sang ibu dalam karung, lalu menaruh di belakang rumah korban dengan jarak sekitar dua meter dari lokasi pembunuhan.

Selain memenggal kepala ibu, pelaku juga mengambil hati sang ibu. "Setelah melakukan pembunuhan di belakang rumahnya, pelaku duduk kemudian kembali ke ruang depan lalu mandi," kata Farman.

Saat ini, polisi telah mengevakuasi jenazah korban ke Kamar Jenazah RSUD dr Soetomo Surabaya untuk menjalani proses otopsi.

Sementara itu, selain mengamankan tersangka, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti pembunuhan berupa kapak berpalu, pisau penghabisan sepanjang 40 cm tanpa pegangan dan palu.

[mtf]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Usai puaskan bule di hotel, waria ini jarah isi dompet & perhiasan
  • Imparsial tuding eksekusi mati cuma buat naikkan popularitas Jokowi
  • Usai membesuk, keluarga minta Jokowi ampuni duo 'Bali Nine'
  • 'BILU MELA', animasi Indonesia siap bersaing di internasional
  • Intel TNI AD tangkap politikus PDIP pesta narkoba
  • ESDM: Kualitas listrik buatan China buruk
  • Bukan agama yang mengekang wanita di negara Islam, tapi budaya
  • KNTI sebut kematian PNS KKP untuk kaburkan kasus perbudakan Benjina
  • Dikritik, Presiden Filipina akhirnya bujuk Jokowi ampuni Mary Jane
  • Ini alasan menteri era Jokowi - JK dapat dua mobil dinas
  • SHOW MORE