Update Banjir Aceh Utara: 3 Orang Meninggal Dunia dan 31.843 Jiwa Mengungsi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara menyalurkan bantuan logistik dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Provinsi Aceh serta mengerahkan perahu karet untuk mengevakuasi warga terdampak. BPBD bersama dinas sosial setempat juga membuat dapur umum guna memenuhi kebutuhan pangan pengungsi.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Update Banjir Aceh Utara: 3 Orang Meninggal Dunia dan 31.843 Jiwa Mengungsi
Banjir di Kabupaten Aceh Utara. ©2022 BPBD Aceh Utara

Tiga orang meninggal dunia akibat banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Banjir terjadi pada Jumat (30/12) pukul 07.00 waktu setempat dengan tinggi muka air 10 sampai 60 sentimeter.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari melaporkan, selain tiga orang meninggal dunia, 31.843 jiwa mengungsi akibat peristiwa ini.

"Bencana banjir melanda Aceh Utara menyebabkan tiga orang meninggal dunia," katanya melalui keterangan tertulis, Kamis (6/1).

Abdul menjelaskan, banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan tiga sungai meluap, yakni Sungai Krueng Peutoe, Krueng Keureuto dan Krueng Pirak. Banjir merendam 11.511 unit rumah pada 120 gampong di 17 kecamatan, antara lain Kecamatan Dewantara, Sawang, Banda Baro, Cot Girek, Matangkuli, dan Lhoksukon.

Selanjutnya Kecamatan Pirak Timu , Tanah Luas, Samudera, Langkahan, Kuta Makmur, Geureudong Pase, Syamtalira Aron, Paya Bakong, Tanah Pasir, Baktiya Barat, dan Simpang Keuramat.

Banjir juga mengakibatkan beberapa kerusakan meliputi satu unit jembatan rusak ringan, dua tanggul jebol, serta 41 hektar lahan sawah terdampak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara menyalurkan bantuan logistik dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Provinsi Aceh serta mengerahkan perahu karet untuk mengevakuasi warga terdampak. BPBD bersama dinas sosial setempat juga membuat dapur umum guna memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi.

Selain Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tenggara juga dilanda bencana. Kali ini bencana banjir bandang yang menyebabkan beberapa kerusakan fasilitas umum. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tenggara mengerahkan tujuh alat berat dalam penanganan tanggul jebol akibat bencana tersebut.

Banjir bandang juga menyebabkan sejumlah kerusakan fisik lainnya. BPBD Kabupaten Aceh Tenggara mencatat satu unit jembatan rusak ringan, dua unit rumah rusak berat, kerusakan satu pasar tradisional, satu jalan penghubung desa rusak berat, dua fasilitas pendidikan terdampak serta merendam 594 rumah.

"Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini," ucap Abdul.

Banjir bandang dengan tinggi muka air 100 sampai 150 sentimeter ini terjadi pada Selasa (4/1), pukul 22.31 waktu setempat. Setelah hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan peningkatan debit air pada Sungai Lawe Kinga. Kondisi tersebut diperparah oleh adanya tumpukan material kayu yang akhirnya menyebabkan Sungai Lawe Kingan meluap sehingga merendam pemukiman warga.

BPBD melaporkan banjir bandang merendam beberapa desa pada lima kecamatan, antara lain Kecamatan Bambel (Desa Pinding, Kuning I dan Lawe Hijo Ampera), Kecamatan Lawe Sumur (Desa Kuta Lesung, Teger Miko, Buah Pala dan Kisam Lestari), Kecamatan Lawe Bulan (Desa Lawe Kinga, Lawe Kulok, Tenembak Juhar, Kandang Mbelang dan Kandang Mbelang Bencawan).

Rekomendasi