Seorang siswa yang sedang mengikuti kegiatan ospek di Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) di Jalan Raya Karang Serang nomor 1, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, tiba-tiba saja tewas. Pelajar berusia 15 tahun yang diketahui bernama Erpin Yuliantoro, menghembuskan nafas terakhir di hari keempat ospek.Berdasarkan informasi dikumpulkan wartawan, Erpin dikabarkan tewas pada Kamis (12/7) pukul 22.30 WIB. Sebelum tewas, Erpin sempat mengalami kesurupan saat mengikuti Ospek. Lantas pihak pihak BP2IP merujuknya ke RSUD Tangerang."Saya diberitahu orang tua Erpin, sebelumnya pihak sekolah memberitahu kalau Erpin mengalami kesurupan, dan langsung dibawa ke rumah sakit. Keluarga langsung datang dan akhirnya Erpin meninggal," kata Samsul, salah seorang tetangga yang ikut mendampingi orang tua korban, kepada wartawan, Jumat (13/7).Hingga kini, jenazah Erpin masih berada di RSUD Tangerang untuk divisum. Keluarga juga telah melaporkan kematian anaknya ke Polresta Kabupaten Tangerang."Ya kita sudah lapor ke polisi, keluarga hanya ingin mengetahui secara jelas penyebab kematian Erpin, karena ini sangat mendadak," kata Samsul.Dijelaskan Samsul, pihak kepolisian sudah datang ke RSUD Tangerang untuk mengidentifikasi korban. Hasil visum sementara ada luka memar di tubuh Erpin."Ada luka memar di badannya. Tapi kami serahkan ke pihak kepolisian soal adanya tindak kekerasan atau tidak," tambahnya.Erpin adalah anak dari pasangan Mulyono (50) dan Sundari (45). Erpin warga Villa Regency, Jalan Bumi Raya VI 7 RT 07/07, Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.
Siswa pelayaran kesurupan lalu tewas saat ospek
Erpin meninggal Kamis malam setelah sempat dirawat di RSUD Tangerang. Ada luka memar di tubuh Erpin.
Rekomendasi