Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Kalimantan Barat sempat terhambat. Hal itu dikarenakan mobil Kepresidenan yang ditumpangi Jokowi, begitu sapaan akrabnya, mogok di tengah jalan.Namun, ada hal yang lebih mengejutkan lagi. Diungkapkan Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala jika mogoknya mobil tersebut bukan kali pertama.Darmansjah mengungkapkan mobil Kepresidenan Jokowi setidaknya sudah empat kali mogok di tengah jalan. Ia mengakui jika mobil yang saat ini ditumpangi Jokowi merupakan bekas pakai Presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Saat ini, mobil Kepresidenan Mercy S600 Guard ada delapan namun satu masih dipinjamkan ke SBY."Dipinjamkan sejak 2014 lalu," ujarnya, Selasa (21/3).Insiden itu, ditanggapi 'nyinyir' oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Fadli menyebut lebih baik Jokowi menggunakan mobil Esemka yang dahulu pernah dipopulerkan saat masih menjabat sebagai Wali Kota Solo. "Ya ganti aja sama Esemka hahaha," kata Fadli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/3).Fadli mengatakan seharusnya mobil untuk Presiden tidak boleh mogok apalagi sampai empat kali terjadi. Sebab, kejadian semacam ini sangat jarang terjadi di negara-negara lain."Tidak boleh sebenernya mobil yang digunakan Presiden mogok. Saya kira jarang di negara lain terjadi juga," terangnya. Jika menengok ke belakang, ada suata keterikatan antara nama Jokowi dan Esemka.
Mobil dinas bekas Jokowi jenis Esemka ©2015 Merdeka.com
Beberapa tahun silam, Jokowi yang masih menjabat sebagai Wali Kota Solo itu mengumbar pembuatan mobil hasil rakitan para siswa sekolah menengah kejuruan (SMK). Bahkan, Jokowi sampai rela menggunakan Esemka sebagai kendaraan dinasnya meski masih kurang di sana sini.Mobil Esemka pula yang mengantarkan Jokowi duduk di kursi DKI 1. Sayangnya, Tiga tahun usai Jokowi meninggalkan Solo, nasib Esemka bak ditelan bumi. Kini eksistensi Esemka kembali muncul saat perusahaan milik kolega Jokowi, AM Hendropriyono, menggandeng pabrikan asal Malaysia Proton untuk membuat sebuah mobil nasional.Sentimen nasionalisme masyarakat terusik. Bagaimana mungkin Jokowi justru mendukung mobil nasional ala asing dibanding mobil buatan anak Indonesia yang dulu sudah membesarkan namanya.Saat ini pemerintah mulai kembali memberikan perhatian pada mobil Esemka. Namun, porsinya 'cuma' untuk mobil angkutan desa. Bukan skala nasional seperti yang dulu digadang-gadang.Hal ini dijelaskan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin saat itu, usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Presiden Jakarta, Rabu malam.Saleh Husin mengatakan mobil Esemka kemungkinan besar akan diarahkan sebagai mobil angkutan pertanian dan pedesaan."Kami membicarakan masalah angkutan pertanian, pedesaan, itu yang kita siapkan dan akan kita produksi sendiri," ujar Menperin Saleh Husin seperti dilansir Antara, Kamis (26/2).