Bulan Ramadan menjadi salah satu momen bagi para pengemis untuk meraup uang lebih. Niat umat Islam bersedekah di bulan suci dengan harap pahala berlipat ganda dimanfaatkan para pengemis termasuk yang musiman untuk mendapatkan pemasukan lebih. Bahkan, mengemis bukan lagi demi menyambung hidup, melainkan sudah berubah menjadi profesi.Tak terbilang lagi cerita pengemis-pengemis yang terjaring razia mempunyai uang jutaan rupiah bahkan emas. Mereka rela menggelandang selama Ramadan demi berharap iba dari orang-orang. Belum lagi 'manusia gerobak' yang menjamur selama Ramadan.Seperti cerita seorang ibu bernama Putri Handayani (45) yang terjaring razia Suku Dinas Sosial Jakarta Timur. Saat diperiksa petugas, Yani yang dalam mengemis membawa serta anaknya, Neneng (8) ternyata menyimpan uang jutaan.Sejak mengemis dari awal Ramadan, Yani berhasil mengumpulkan uang sebanyak Rp 5 juta ditambah perhiasan emas seberat 30 gram. Uang itu dibungkusnya dalam plastik dan diikat ke perutnya yang dibungkus kain sehingga dia tampak seperti hamil dengan tujuan membuat orang iba."Ketika petugas lapangan kami mendapatinya mengemis, langsung kita jangkau dan dibawa ke Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Bangun Daya 2 Cipayung, Jakarta Timur. Ibu dan anak itu mengaku kalau uang yang mereka kumpulkan, berasal dari mengemis," ujar Kepala Sudin Sosial Jakarta Timur Marjito, Jumat (10/7).
Advertisement
Marjito meyakini ibu dan anak itu memanfaatkan momen Ramadan dengan mengemis dan mendapatkan uang lebih banyak. Dengan mengajak Neneng, Putri bisa mendapatkan rasa iba dari pengguna jalan."Si ibu itu tentu saja secara tidak langsung memanfaatkan juga anaknya. Kan kasihan anaknya itu, panas-panasan, kena debu, dan kotor. Demi mengemis, dia perlakukan seperti itu anaknya," ujar Marjito.Sementara itu, Kepala PSBI Bangun Daya 2 Harianto mengungkapkan, uang mereka akan disimpan untuk sementara. Uang itu tetap akan diberikan ketika mereka selesai pembinaan di panti tersebut."Uangnya ditaruh di badannya, dibungkus plastik kayak orang hamil," ungkap Kepala PSBI Bangun Daya 2 Harianto saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (10/7).
"Mereka akan diberikan pembinaan keterampilan. Di sini ada jahit, memasak, atau keterampilan lainnya. Mereka tinggal memilih mau diberikan pembinaan apa. Setelah mereka cukup diberikan pembinaan, mereka akan kita pulangkan ke daerah asal," imbuh Harianto.Upaya itu, katanya, agar para pengemis itu tidak kembali ke jalan. Mereka bisa memanfaatkan hasil dari pembinaan itu untuk bekal saat kembali ke kampung. Nasib mereka bisa lebih mulia dan bermartabat dengan pekerjaan baru mereka nanti."Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak ke Jakarta jika tidak memiliki keterampilan. Karena nanti mereka akan menjadi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang akan terkena penjangkauan oleh kami. Ketika sudah terkena satu kali, kami berikan surat pernyataan agar tidak kembali jadi PMKS di Jakarta. Kalau jadi PMKS lagi, akan kita bawa ke ranah hukum dan bisa dipenjara," tegasnya.Jadi, masih mau memberi uang kepada pengemis?