Septian sempat ditendang usai minta maaf karena tutupi CCTV Merapi

Pihak BPPTKG mengakui insiden itu, tetapi lepas tangan karena menurut mereka itu perbuatan relawan.

Kresna
Oleh Kresna - Reporter
Septian sempat ditendang usai minta maaf karena tutupi CCTV Merapi
Pendaki Gunung Merapi tutupi CCTV BPPTKG. ©2015 merdeka.com/kresna

Pendaki gunung asal Salatiga, Jawa Tengah, Septian Anggara Putra, sempat mendapat perlakuan kasar dari relawan Gunung Merapi, usai meminta maaf lantaran dia menutupi CCTV (kamera pengawas) kawah Merapi milik (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) Daerah Istimewa Yogyakarta. Selepas sowan, Septian dan teman-temannya dipaksa jalan jongkok dari pintu kantor BPPTKG, hingga ke parkiran mobil oleh relawan.Saat mereka jalan jongkok, tiba-tiba ada salah seorang relawan yang menendang punggung Septian, hingga dia tersungkur. Melihat kejadian itu, relawan lainnya pun langsung menarik rekan mereka menendang Septian."Mereka tadi disuruh jalan jongkok, juga ditendang yang rambutnya gondrong (Septian). Yang nendang siapa tidak tahu. Relawan sepertinya," kata saksi yang enggan menyebutkan identitasnya, Kamis (29/10).Kepala BPPTKG DIY, I Gusti Made Agung Nandaka, membenarkan insiden penendangan tersebut. Namun, dia lepas tangan soal perlakuan kasar kepada Septian."Saya juga dengar kabar kalau mereka tadi disuruh jalan jongkok. Itu di luar kendali kami. Relawan yang berada di luar," kata Agung.Seusai jalan jongkok ke parkiran, Made mengaku sempat bertemu dengan Septian dan kawan-kawannya. Tidak ada luka yang dialami Septian."Mereka pulang dengan selamat. Tadi saya sempat ketemu sebelum pulang. Saya lihat sehat semua, setelah itu mereka pulang," ungkapnya.Sebelumnya, Septian memasang bendera pada tiang CCTV pemantau kawah Merapi milik BPPTKG DIY. Akibatnya selama dua hari CCTV tertutup bendera dan tidak bisa memantau kawah Merapi.

Rekomendasi