Bentrok antarwarga di Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil berimbas pada pembakaran sebuah gereja dan menewaskan dua orang warga serta empat orang luka-luka. 10 Orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa ini.Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Anton Charliyan merasa yakin jika ada provokator dalam tragedi tersebut. Bahkan, dia menyebut bentrokan memiliki unsur politis."Ada lawan-lawan politik juga, kemungkinan terkait Pilkada," kata Anton di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/10).Bukan tanpa alasan hal itu disampaikan Anton, mengingat Pilkada akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Meski demikian, Anton mengaku masih menelusuri lebih lanjut dugaan itu."Sementara sentimen agama dan motif Pilkada. Nanti kita petakan," ujar Anton.Sebelumnya, Karopenmas Polri, Brigjen Agus Rianto mengungkapkan polisi sudah menetapkan 10 tersangka dalam peristiwa bentrokan antarwarga di Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil. Tiga orang itu sudah ditahan atas pengrusakan (pembakaran gereja)."Inisialnya S, N dan I disangka telah melakukan pengrusakan," kata Agus.Untuk 7 tersangka lainnya, polisi masih terus melakukan pengejaran. Keberadaan 5 dari 7 tersangka itu sudah diketahui. Sementara, 2 tersangka lain terus ditelusuri.
Polri endus ada unsur politis dalam bentrokan di Aceh Singkil
"Ada lawan-lawan politik juga, kemungkinan terkait Pilkada," kata Irjen Anton Charliyan.
Rekomendasi