Penjelasan Polisi Soal Aksi Bagi Masker dengan Bawa Senjata di Wadas Purworejo

Warga Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah, dikabarkan merasa terintimidasi dengan aksi Polisi bersenjata lengkap yang menyambangi wilayah mereka beberapa hari terakhir. Polda Jateng menyayangkan isu tersebut.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Penjelasan Polisi Soal Aksi Bagi Masker dengan Bawa Senjata di Wadas Purworejo
Ilustrasi Polisi. ©2015 merdeka.com/imam mubarok

Warga Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah, dikabarkan merasa terintimidasi dengan aksi Polisi bersenjata lengkap yang menyambangi wilayah mereka beberapa hari terakhir.

Polda Jateng menyayangkan isu tersebut. Versi Polisi, keberadaan mereka bertujuan kegiatan patroli rutin. Kabid Humas Polda Jateng Kombes M Iqbal Alqudusy mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan personel Polres Purworejo murni patroli rutin. Ditambah melakukan pendataan warga penerima bantuan BPTKLW (Bantuan Tunai Pelaku Usaha PKL dan Pemilik Warung), membagikan masker serta bahan sembako ke masyarakat yang terdampak Covid-19.

Soal senjata yang dibawa dalam patroli, Iqbal menyebut itu sebagai prosedur tetap yang berlaku bagi fungsi Sabhara termasuk di Polsek.

"Patroli polisi itu bermacam-macam bentuknya, ada patroli terbuka dan patroli tertutup. Patroli terbuka ada yang dilakukan Bhabinkamtibmas, petugas fungsi sabhara serta lalu lintas. Polsek setempat juga wajib melakukan patroli untuk antisipasi Kamtibmas," kata Iqbal dalam keterangannya, Minggu (26/9).

Menurutnya, polisi membagikan bahan sembako dan masker sebagai kegiatan rutin yang dilakukan di masa pandemi. Polisi ditugaskan membantu tugas pemerintah untuk percepatan penanggulangan Covid-19.

"Saya rasa semua tahu bahwa Polri terlibat aktif dalam penanggulangan covid seperti melakukan penyuluhan, vaksinasi massal, bagi-bagi masker serta memberikan bansos pada warga yang terdampak wabah covid-19. Pendataan penerima bantuan BPKLW juga bagian dari percepatan pemulihan ekonomi warga di masa pandemi," paparnya.

Dia menyayangkan aksi beberapa warga atas kegiatan yang dilakukan personel Polres Purworejo.

"Adapun aksi penghadangan sejumlah oknum pemuda warga Wadas yang menutup jalan dengan sepeda motor saat polisi hendak kembali dari patroli, amat kami sayangkan," tegasnya.

Iqbal melanjutkan, persoalan ini sudah diselesaikan Kasat Binmas Purworejo Kompol Prayogo dengan menjelaskan maksud dan tujuan patroli. Menurutnya, kelompok pemuda akhirnya menerima penjelasan polisi dan kemudian membuka blokade serta mempersilakan patroli polisi melanjutkan perjalanan patroli ke desa lain.

Terkait tentang adanya sejumlah warga yang menolak rencana kegiatan penambangan andesit di wilayah desa setempat, Polisi memahami itu. Menurutnya, aksi pro kontra terhadap suatu kegiatan atau kebijakan adalah hal yang lumrah di negara demokrasi. Polri menghormati hak setiap warga negara dan siap melindungi keselamatan warga dengan memelihara stabilitas Kamtibmas sesuai amanat konstitusi.

"Masalah pro kontra warga bisa diselesaikan lewat jalur hukum atau musyawarah. Namun apa yang dilakukan Polri di Wadas murni melaksanakan patroli dan kegiatan lain yang bermanfaat bagi masyarakat khususnya di masa pandemi covid-19 ini," ungkapnya.

Rekomendasi