Penjelasan Eks Kapolsek Pasirwangi Soal Foto Bersama Pendukung 02
Merdeka.com - AKP Sulman Aziz telah meralat seluruh ucapannya yang menuding Polri tak netral dalam Pemilu 2019. Ia mengaku emosi dan masih sakit hati lantaran dimutasi atau pindah tugas dari jabatannya sebagai Kapolsek Pasirwangi ke Kanit Seksi Pelanggaran Ditlantas Polda Jabar.
Saat itu, Sulman menuding sebab musabab ia dimutasi karena kedapatan berfoto dengan salah satu tokoh yang kebetulan sebagai panitia deklarasi Prabowo- Sandiaga Uno.
Sulman mengaku memang sengaja meminta berfoto dengan pihak tersebut.
"Memang saya yang minta berfoto. Tapi itu hanya bentuk laporan agar dipercaya saya telah melaksanakan tugas. Dokumentasi itu bentuk laporan saya kepada atasan selain laporan tertulis," kata Sulman saat dihubungi merdeka.com, Selasa (2/4).
Ia menjelaskan sebagai seorang kapolsek mempunyai tanggung jawab terhadap keramaian yang terjadi di wilayahnya.
"Saya ini kapolsek, saya melayani masyarakat. Masyarakat yang mau mengadakan hajatan keramaian, harus mengajukan izin. Setiap mengundang keramaian masyarakat, tugas kapolsek menyampaikan kepada masyarakat supaya menempuh tahapan-tahapan yang menjadi ketentuan," jelas Sulman.
Imbauan tersebut, diakui Sulman terlepas dari si punya hajat berasal dari pendukung 01 maupun 02.
"Saya tidak melihat dia dari pihak-pihak mana-mana. Polisi itu milik masyarakat kami harus melayaninya dengan adil dan berpatokan kepada tugas dan tanggung jawab," tuturnya.
Nasi sudah menjadi bubur. Sulman meminta permasalahan tersebut tak lagi diperpanjang karena ia telah mengaku salah dan meralat seluruh ucapannya yang memojokkan Korps Bhayangkara.
"Saya enggak mau memperpanjang masalah ini. Saya enggak bermaksud apa-apa. Intinya anggota Polri melaksanakan tugas sudah sesuai tugas pokok," tutupnya.
Sebelumnya, Sulman mengaku telah membuat kesalahan dengan mengeluarkan pernyataan tersebut. Dia mengaku pernyataannya itu dilatarbelakangi emosi dan permasalahan pribadi dengan Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna.
"Kemarin saya telah melaksanakan preskon di Lokataru, disiapkan Haris Azhar. Dalam kegiatan tersebut saya sudah melakukan kesalahan. Saya menyatakan bahwa Polri tidak netral dalam pilpres 2019 ini," katanya didampingi Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hata, Senin (1/4).
Sulman mengaku pernyataan soal Polri tak netral keluar dari mulutnya karena faktor emosi. Dia tidak terima dipindah tugas ke Mapolda Jabar sebagai Kanit 1 Seksi Penindakan Pelanggaran Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jabar.
Menurutnya, kebijakan mutasi tersebut dilandasi karena dirinya kedapatan berfoto bersama salah satu tokoh yang kebetulan sebagai panitia deklarasi Prabowo-Sandiaga Uno.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya