Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Peneror RS Myria di Palembang mantan pasien

Peneror RS Myria di Palembang mantan pasien Peneror RS Myria Palembang. ©2016 merdeka.com/irwanto

Merdeka.com - Penyidik Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan (Sumsel) meringkus penelpon gelap yang melakukan teror bom di Rumah Sakit Myria Palembang. Pelaku berinisial NP (34) yang tak lain adalah mantan pasien rumah sakit tersebut.

NP yang tinggal di Talang Betutu, Kecamatan Sukarame, Palembang, itu diringkus sedang bekerja sebagai sopir distribusi barang milik Indomaret, Senin (18/7) sekitar pukul 11.00 WIB.

Dari penuturannya, NP nekat meneror lantaran sakit hati terhadap rumah sakit itu karena tak bisa menyelamatkan nyawa janin yang dikandung istrinya. Diketahui, istri NP masuk ke rumah sakit karena ketubannya lebih dulu pecah pada tahun 2015 lalu.

"Bini aku datang ke rumah sakit dalam keadaan air ketubannya sudah pecah, anak saya meninggal dalam perut," ungkap NP di Mapolda Sumsel, Kamis (21/7).

Bukan hanya itu, akibat kondisi rahim membahayakan nyawa istrinya, dokter memutuskan mengangkatnya sehingga istri pelaku dinyatakan tak bisa hamil lagi. Pihak rumah sakit menyarankan NP agar berobat keluar negeri jika ingin istrinya dapat hamil.

"Saya selalu diejek teman-teman, istri saya dibilang mandul. Makanya saya teror rumah sakit itu ada bom," ujarnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol DtM Silitonga mengatakan, tertangkapnya pelaku berkat kerja sama pihak operator seluler dengan melakukan pelacakan nomor ponsel yang digunakan pelaku. Barang bukti yang diamankan satu unit ponsel merek Samsung.

"Motifnya karena sakit hati terhadap tindakan rumah sakit. Kita jerat UU Teroris dengan ancaman dua puluh tahun penjara," tugasnya.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP