Panglima TNI: Indonesia hadapi perang dunia keempat

Agus menyebut peperangan kali ini berbeda dengan perang dunia pertama dan kedua. Seperti apa?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Panglima TNI: Indonesia hadapi perang dunia keempat
Panglima TNI: Indonesia hadapi perang dunia keempat

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, saat ini Indonesia sedang menghadapi perang dunia keempat. Bukan lagi perang kokang senjata seperti tiga perang besar sebelumnya, tapi lebih pada perang politik.

"Munculnya peperangan generasi keempat tidak lepas dari perubahan masyarakat di dunia. Seperti dalam bidang ekonomi, sosial dan teknikal yang mempengaruhi sifat alamiah dari perang," kata Agus saat sambutan Rapat Pimpinan (Rapim) TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (29/1).

Menurut agus, konsep dasar peperangan generasi keempat adalah sikap politik yang lebih kuat, bahkan dapat mengalahkan kekuatan ekonomi dan militer.

"Dengan kata lain, peperangan generasi keempat karakteristiknya bersifat politik, berkepanjangan dan terhubung dalam jaringan yang menghadapkan kita kepada aktor," lanjutnya.

Pelaku peperangan juga tidak lagi didominasi head to head antar negara, tapi juga sudah melibatkan unsur non negara, baik individu maupun kelompok.

Perang dunia keempat cenderung menggunakan cara-cara non tradisional untuk mengalahkan yang lebih kuat. Di kawasan asia Tenggara, diprediksi perang dunia keempat bakal bertahan antara lima sampai 10 tahun mendatang.

"Cara-cara non tradisional yang dimaksud antara lain adalah ekonomi, diplomatik, cyber warfare, media dan lain sebagainya," kata Agus.

Supaya Indonesia bisa melewati fase tersebut, lanjut Agus, maka diharuskan seluruh elemen, termasuk TNI, untuk cermat menyikapi isu perkembangan politik kawasan. Hal itu penting sebagai metode untuk menentukan arah kebijakan Indonesia.

"Mulai hari ini dan ke depan, tampaknya kita harus berusaha menajamkan cara pandang untuk secara intens melihat ke luar guna melindungi ke dalam," tegas Agus.

Rekomendasi