Pabrik Sepatu di Sragen Terbakar, Belasan Mobil Damkar Diturunkan

Menurut dia, dari sore hingga selepas Maghrib, sudah banyak mobil pemadam kebakaran (damkar) yang terus berdatangan untuk memadamkan api. Namun hingga pukul 18.30 jilatan si jago merah belum bisa dipadamkan.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Pabrik Sepatu di Sragen Terbakar, Belasan Mobil Damkar Diturunkan
Pabrik sepatu di Sragen terbakar hebat. ©2020 Merdeka.com

Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik sepatu di Dukuh Salam Desa Saren, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen Jawa Tengah, Sabtu (24/10) sore. Kepulan asap dan api mulai terlihat sekitar pukul 16.00 Wib. Asap semakin membumbung terlihat dari jalur utama jalan Solo-Purwodadi Kecamatan Gemolong Sragen.

"Tadi sekitar pukul 16.00 Wib terbakarnya. Itu pabrik sepatu cukup besar. Padahal masih baru, baru beberapa bulan," ujar Syaiful Arifin, warga setempat, kepada merdeka.com.

Menurut dia, dari sore hingga selepas Maghrib, sudah banyak mobil pemadam kebakaran (damkar) yang terus berdatangan untuk memadamkan api. Namun hingga pukul 18.30 jilatan si jago merah belum bisa dipadamkan.

"Tadi Maghrib saya lewat masih ramai pemadam yang datang. Banyak mobil ambulans yang berjajar di sana. Saya belum tahu ada korban atau tidak," sambungnya.

Muhammad Amir, salah satu karyawan RSU Assalam Gemolong, Sragen menambahkan, hingga pukul 18.50 belasan mobil damkar dari Sragen, Boyolali, Solo dan Karanganyar masih terus berupaya memadamkan api. Namun kepulan asap hitam masih membumbung.

"Ini sudah lumayan, tapi masih hitam sekali asapnya. Ini gudang utama cukup besar, jadi banyak bahan yang mudah terbakar," katanya.

Pria yang akrab disapa Aby Amir tersebut menyampaikan, pihaknya bersama komunitas ambulans se Solo Raya hingga saat ini terus berjaga jika dibutuhkan bantuan. Namun hingga saat ini, belum ada pihak pabrik yang memerlukan bantuan ambulans.

Baik Aby Amir dan Syaiful mengatakan, meski terjadi kebakaran besar, arus lalulintas di jalur utama Solo-Purwodadi atau sebaliknya yang tidak terlalu terganggu. Sejumlah petugas dari kepolisian mengatur harus lalulintas yang cukup ada di daerah tersebut. Apalagi letak pabrik berjarak sekitar 100 meter dari jalur utama ke arah barat.

Rekomendasi