Mudik ke Solo, Puluhan Santri Ponpes Gontor Jalani Karantina Mandiri

Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Gontor, Jawa Timur mudik ke Solo. Rombongan satu bus tersebut tiba di Terminal Tipe Tirtonadi, Solo, Senin (13/4). Mereka langsung dibawa ke rumah karantina di Graha Wisata Niaga, Solo untuk pendataan dan cek kesehatan.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Mudik ke Solo, Puluhan Santri Ponpes Gontor Jalani Karantina Mandiri
Santri Ponpes Gontor mudik ke Solo. ©2020 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Gontor, Jawa Timur mudik ke Solo. Rombongan satu bus tersebut tiba di Terminal Tipe Tirtonadi, Solo, Senin (13/4). Mereka langsung dibawa ke rumah karantina di Graha Wisata Niaga, Solo untuk pendataan dan cek kesehatan.

Koordinator ikatan besar keluarga modern Ponpes Gontor Cabang Solo, Fuad Zaien, mengatakan, total ada 30 santri yang datang hari ini. Mereka berasal dari Ponpes Gontor Malang 3 orang, Ponpes Gontor Ponorogo 19 orang dan cabang Ngawi 8 orang.

"Ada 30 santri yang datang hari ini. Sebelum ke Solo, anak-anak sudah melakukan karantina mandiri di Ponpes masing-masing," katanya.

Usai karantina mandiri di Asrama Ponpes, mereka diperbolehkan pulang dengan masing-masing santri diberikan masker dan hand sanitizer. Semua santri ini berstatus anak di bawah umur dengan usia pendidikan SMP.

"Sebelumnya kami sudah berkomunikasi dengan Wali Kota Solo terkait adanya santri Ponpes Gontor yang mudik Solo. Alhamdulillah disambut baik oleh Pemkot Solo," katanya.

Tak seperti pemudik lainnya, usai dilakukan pendataan, semua santri tidak dilakukan karantina karena masih anak-anak dan harus belajar di rumah. Untuk pemulangan, orang tua santri wajib datang menjemput di Graha Wisata Niaga.

"Kami pastikan semua santri ini tidak ada yang sakit. Mereka tetap melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari," jelasnya.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menambahkan, santri Ponpes Gontor yang tiba di Solo hanya dilakukan pemeriksaan kesehatan serta dilakukan pendataan. Kemudian, orang tua diminta datang di Graha Wisata Niaga untuk menjemput.

"Kami tidak melakukan karantina, karena masih anak SMP. Cukup dilakukan pendataan dan pemeriksaan kesehatan di posko Covid-19 Pemkot Solo dan karantina mandiri di rumah," tutup Rudy.

Rekomendasi