Mengintip rumah Soeharto di Cendana yang kini dihuni puluhan pegawai

Meski kini hanya dihuni oleh bekas para pegawai, rumah Pak Harto ini tetap ramai saat Idul Fitri.

Adriana Megawati
Oleh Adriana Megawati - Reporter
Mengintip rumah Soeharto di Cendana yang kini dihuni puluhan pegawai
Kediaman Soeharto di Jalan Cendana. ©2016 merdeka.com/adriana megawati

Menyebut kata cendana pasti terbesit pada tokoh penting era Orde Baru. Bahkan makna asli cendana yakni kayu keras berbau wangi seolah kalah. Cendana memang identik dengan keluarga tokoh sentral orde baru, Soeharto.Cendana sendiri merupakan nama sebuah jalan di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat. Jalan yang selalu nampak sunyi itu seolah saksi bisu kisah seorang Jenderal bekas Sersan Koninklijk Nederlands Indisch Leger (KNIL) memegang tampuk kekuasaan Indonesia selama 32 tahun sebelum akhirnya dilengserkan.Jalan Cendana termasuk sepi di kawasan Menteng. Pepohonan di kanan kiri jalan membuat jalan tersebut terasa tenang, hening namun memiliki aura berbeda.Nama Cendana sendiri konon disematkan sendiri oleh Soeharto. Suami mendiang Ibu Tien Soeharto itu sangat menyukai pohon cendana yang memiliki aroma khas dan membuat orang terlena. Dari rumah nomor 6-8 itu Soeharto dulu tinggal bersama keluarga dan mengatur bangsa ini.

Kediaman Soeharto di Jalan Cendana ©2016 merdeka.com/adriana megawati

Lalu bagaimana kondisi rumah Pak Harto itu kini?Kamis sore, merdeka.com mendatangi rumah besar tersebut. Suasana terlihat sepi namun ada beberapa mobil terparkir rapi di halaman dan garasi. Meski dari luar terlihat sepi, rumah besar itu ternyata dihuni oleh puluhan orang."Rumahnya sih masih ramai, kelihatannya saja sepi, tapi di dalam sebenarnya ramai kok. Ada puluhan karyawan yang tinggal di situ, kayak tukang sapu, tukang masak, tukang bersih-bersih rumah. Banyak kok karyawannya di situ, sebagian ada karyawannya bapak, waktu bapak masih menjabat sebagai presiden," ujar salah seorang petugas keamanan yang enggan disebutkan namanya di sekitar Jalan Cendana.

Sejak Pak Harto meninggal, rumah berpagar kuning gading itu seolah tak bertuan. Semua anak dan cucu Soeharto tidak ada yang tinggal di rumah bersejarah itu."Anak-anak bapak sih gak ada yang tinggal di situ, sudah pada punya rumah sendiri-sendiri. Rumahnya juga deketan kok sama Pak Harto, ada di belakang situ," terangnya sambil menunjuk Jalan Yusuf Adiwinata.Puluhan pegawai itu memang jarang terlihat di luar rumah. Meski demikian mereka rajin merawat rumah yang rimbun dengan pepohonan itu."Tiap pagi sama sore ada yang bersihin halaman," katanya.

Kediaman Soeharto di Jalan Cendana ©2016 merdeka.com/adriana megawati

Saat Soeharto masih menjabat sebagai Presiden, kawasan Jalan Cendana sangat tertutup. Tidak sembarang orang apalagi angkutan umum bisa masuk.
Meski kini Soeharto sudah tidak ada, bagi sebagian orang terutama pedagang kaki lima hingga tukang pulung kawasan ini tetap 'angker'."Sekarang motor boleh lewat, tapi memang nggak ada pemulung sama pedagang kaki lima di jalan ini," ujar pria berbadan tegap ini.

Meski kini hanya dihuni oleh bekas para pegawai, rumah Pak Harto ini tetap ramai saat Idul Fitri. Setiap Idul Fitri, seluruh anak Pak Harto berkumpul di rumah ini."Kalau lebaran pasti ramai, anak-anak Pak Harto pada kumpul di rumah, kan kalau lebaran rumahnya buat 'Open House'," tutupnya.

Rekomendasi