Merdeka.com tersedia di Google Play


Legenda Kopassus Agus Hernoto, heroismenya diakui para jenderal

Reporter : Agib Tanjung | Selasa, 16 April 2013 07:40


Legenda Kopassus Agus Hernoto, heroismenya diakui para jenderal
Atraksi HUT TNI. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) hari ini berulang tahun. Serentetan prestasi dan catatan kelam menghiasi lembar kehidupan korps elit TNI itu. Di balik kisah kehebatan Kopassus, ada satu nama prajurit yang loyalitas dan semangat tempurnya banyak dikenang jenderal-jenderal Kopassus.

Dia adalah Agus Hernoto, prajurit yang harus kehilangan kakinya dalam medan tempur. Buku-buku biografi jenderal-jenderal lulusan Kopassus sering menyebut kehebatan Agus Hernoto. Dua di antaranya yang mengakui Agus Hernoto adalah Brigjen (purn) Sintong Panjaitan dan Letjen (purn) Kiki Syahnakri.

"Timbul kekaguman pada jiwa heroik dan karakter keprajuritannya yang patut diteladani para prajurit muda TNI," demikian ungkap Letjen Kiki Syahnakri yang kenal baik dengan Agus saat operasi di Timor Timur.

Asal usul pasukan elit
5 Kehebatan Kopassus hingga diakui dunia

Agus Hernoto adalah seorang veteran Operasi Trikora yang sarat pengalaman tempur. Dia mengalami cacat seumur hidup setelah kakinya diamputasi karena tertembak dalam kontak senjata dengan Belanda di Merauke, Irian Barat. Kariernya dimulai sebagai prajurit Kopassus (saat itu RPKAD) berpangkat bintara. Dia mengajukan diri ketika Benny Moerdani bertanya siapa yang siap ikut dalam pembebasan Irian Barat.

Pada Operasi Benteng Ketaton di Irian, dropping pasukan terjun payung dilaksanakan dengan sasaran sebelah utara kota Fak-Fak. Para penerjun mendarat tersebar. Beberapa tersangkut di pepohonan, beberapa mendarat di tanah.

Mereka yang berhasil mendarat terlibat kontak senjata dengan pasukan Belanda. Karena kekuatan tidak seimbang maka pasukan menyusup ke hutan. Pergerakan pasukan dilakukan dengan kondisi yang semakin lemah karena kehabisan bahan makanan. Terjadi kontak dengan pasukan Belanda yang menyebabkan 3 orang gugur yaitu Atjim Sunahyu, Suwito, Lestari dari dan 2 orang dari RPKAD. Agus Hernoto dan beberapa anggota tertembak.

Agus Hernoto ditinggalkan teman-temannya dengan harapan dirawat tentara Belanda yang memiliki satuan medis lebih lengkap. Selang beberapa hari setelah tertembak, Agus Hernoto ditemukan oleh pasukan Marinir Belanda yang melakukan pembersihan daerah pertempuran.

Diketahui bahwa luka-luka Agus sudah membusuk, bahkan sudah muncul belatung. Oleh pasukan Belanda, Agus dirawat hingga kedua kakinya diamputasi.

Agus dikenal sangat dekat dengan Benny Moerdani. Dia orang kepercayaan Benny Moerdani. Meski dua kakinya menggunakan kaki palsu, dia tetap dipercaya Benny Moerdani dalam Operasi Seroja, operasi masuknya TNI ke Timor-Timur. Agus Hernoto menjabat sebagai ketua tim intelstrat.

Pada perjuangan integrasi Timor-Timur 1975, Agus Hernoto sering mengemudikan Jeep Willis terbuka seorang diri di Atambua.

Dia sempat menjenguk korban pertempuran di rumah sakit di pinggir kota Atambua. Salah satunya adalah prajurit yang diamputasi kakinya. Prajurit itu tampak sedih.

Agus Hernoto membesarkan hati prajurit itu dengan mengatakan bahwa dia bukan satu-satunya prajurit yang diamputasi kakinya. Agus Hernoto menggulung celana panjang, melepas kedua kaki palsunya yang tertutup celana panjang kemudian menunjukkan kedua kakinya yang sudah diamputasi. Kaki kiri diamputasi di bawah lutut, kaki kanan di atas lutut.

"Demikian besar pengorbanan Agus Hernoto, seorang prajurit para komando Korps Baret Merah dalam perjuangan bagi bangsa dan negara," tulis Sintong Panjaitan dalam buku Perjalanan seorang prajurit Para Komando.

Hubungan Benny Moerdani dengan Agus Hernoto juga memunculkan kisah kesetiaan sejati antar prajurit. Pada 1964, muncul perselisihan antara Komandan RPKAD Mung Parahadimulyo dengan Benny Moerdani, saat itu memimpin Batalion I.

Mung protes saat Jenderal Ahmad Yani menyediakan Benny Moerdani sejumlah mata uang Belanda untuk operasi di Irian. Begitu juga penyediaan USD untuk misi ke Kalimantan. Saat Mung meminta kontrol uang, Benny menolak memberikan. Jengkel dengan Benny, Mung lantas memberlakukan aturan, semua prajurit yang invalid dilarang bergabung dengan RPKAD. Target Mung jelas, yaitu Agus Hernoto yang orang dekat Benny dan kehilangan dua kakinya.

Benny marah dan perselisihan keduanya dibawa hingga ke Jenderal Ahmad Yani. Benny akhirnya dipindah ke Kostrad, sementara Mung dikirim menjadi Pangdam ke Kalimantan. Selanjutnya, Agus selalu setia dengan Benny Moerdani.

Atas sumbangsihnya bagi negara, Agus mendapat anugerah kehormatan Bintang Sakti pada 1987, saat itu berpangkat Kolonel dengan jabatan Pamen BAIS ABRI.

Baca juga:
Komandan Jenderal: Kopassus milik rakyat
Prabowo: Saya banyak belajar jadi pemimpin di Kopassus
7 Pasukan elite dan mematikan di dunia

[ian]

KUMPULAN BERITA
# Kopassus

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Kopassus, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Kopassus.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Ronaldo impikan trofi Piala Dunia
  • 807 Merek daftarkan nama domain .id
  • Nia Daniati masih pajang foto Farhat Abbas
  • Kapal berpenumpang 100 peziarah Jumat Agung tenggelam di Flores
  • Libur Paskah, tiket kereta di Gambir untuk 55 perjalanan ludes
  • Bambang Widjojanto didesak untuk bersaksi dalam sidang Akil
  • Tumpahan minyak bukan berasal dari pesawat MH370
  • Sore ini, PPP deklarasikan dukungan Prabowo nyapres
  • Napi LP Pemuda Tangerang bentrok gara-gara ponsel, 1 orang luka
  • Pertumbuhan wisman Filipina tertinggi serbu Indonesia
  • SHOW MORE