Komjen Sigit Janji Fasilitasi Lulusan Sekolah Islam untuk Jadi Anggota Polisi

Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo berjanji membuka pintu untuk lulusan sekolah berbasis Islam yang berminat menjadi anggota kepolisian. Janji itu akan dijalankan jika Sigit dipercaya menjadi Kapolri.

Rifa Yusya Adilah
Oleh Rifa Yusya Adilah - Reporter
Komjen Sigit Janji Fasilitasi Lulusan Sekolah Islam untuk Jadi Anggota Polisi
Kapolri Dampingi Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo di DPR RI. ©2021 Liputan6.com/Angga Yuniar

Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo berjanji membuka pintu untuk lulusan sekolah berbasis Islam yang berminat menjadi anggota kepolisian. Janji itu akan dijalankan jika Sigit dipercaya menjadi Kapolri.

"Kalau dari madrasah, aliyah memang ada yang berminat jadi polisi, nanti biar anggota kita datang. Karena memang kita butuh anggota Polri yang memiliki kemampuan mengaji yang baik, hapal Alquran," ujar Sigit saat memaparkan visi dan misi calon Kapolri dalam Fit and Proper Test di hadapan Komisi III DPR RI, Rabu (20/1).

Sigit meyakini, anggota Polisi yang memiliki latar belakang pendidikan agama di sekolah Islam bisa menjadi contoh yang baik di masyarakat.

"Dia bisa memberikan edukasi, memimpin di masyarakat. Bisa menjadi teladan. Kalau tempat lain tidak bisa (menerima), kami dari Polri siap mencari yang seperti itu," tegasnya disambut tepuk tangan.

Bagi Sigit, institusi Polri tidak bisa dilepaskan dari unsur keagamaan. Dia mencontohkan saat masih menjabat Kapolda Banten. Sigit pernah menjabat Kapolda Banten selama dua tahun, terhitung sejak 5 Oktober 2016 hingga 13 Agustus 2018. Saat itu Sigit mewajibkan anggotanya yang beragama Islam untuk membaca kitab kuning.

"Di Banten saya pernah sampaikan, anggota wajib untuk belajar kitab kuning. Karena kami mendapatkan masukan dari ulama-ulama yang kami datangi bahwa untuk mencegah berkembangnya terorisme salah satunya adalah dengan belajar kitab kuning," kata dia.

Alumni Akpol tahun 1991 itu juga berencana melibatkan pesantren dan tokoh agama dalam program deradikalisasi para narapidana terorisme (napiter).

"Sarana edukasi (deradikalisasi) melalui pendidikan, pendidikan dengan melibatkan pesantren-pesantren dan tokoh-tokoh agama untuk ikut terlibat di dalamnya," kata Sigit.

Rekomendasi