Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ketika 'mamud' hamil, apa suami puasa bercinta?

Ketika 'mamud' hamil, apa suami puasa bercinta? ilustrasi bercinta. ©weddings.about.com

Merdeka.com - Kehamilan pertama umumnya dihadapi calon ibu dengan mawas tingkat tinggi. Apalagi bila si calon mama ini memiliki rekam medis yang kurang baik dengan janinnya.

Kehati-hatian ini tak jarang membuat mama muda alias mamud juga memberikan warning pada sang suami soal urusan ranjang. Meskipun menurut psikolog seksual, Zoya Amirin, wanita hamil lebih mudah horny ketimbang yang tak berbadan dua.

"Sebagian besar mama hamil untuk make love melonjak drastis hingga tiga kali lipat karena pasokan darah ke seluruh organ," kata Zoya dalam buku Moms and The City yang ditulis Joy Roesma dan Nadia Mulya.

"Tubuh menjadi lebih sensitif dan membuat mama turn on pada sentuhan sekecil apapun," tambahnya.

Anehnya, tak semua ibu hamil alias bumil cukup siap untuk melakukan bercinta dengan suaminya. Mereka merasa tak percaya diri dengan perubahan fisiknya hingga membuat hilang feeling pada suami.

"Karena itu, papa harus membuat mama nyaman dengan dirinya, maka pasti dia lebih santai menanggapi ajakan bercinta. Selain itu, saat istri hamil suami harus lihai merangkai kata pujian untuk sang istri," katanya.

Tak banyak wanita sadari, kata Zoya, kehamilan adalah momen sempurna untuk merasakan serial orgasme.

"Ini orgasme paling intens dan dahsyat, hitungannya dalam detik. Pasalnya saat hamil, hormon esterogen dan progresteron melonjak sehingga wanita lebih mudah klimaks yang spektakuler," jelasnya.

Justru, kata dia, puasa bercinta dapat membuat sang wanita baby blues. Karena itu dia menyarankan pasaturi yang ingin berhubungan intim saat istri hamil mencoba posisi paling aman dan tidak menyakiti si calon mama. (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP