Kepolisian menyebutkan Akbar Alamsyah mengalami luka-luka serius usai saat aksi unjuk rasa pelajar di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (25/9) lalu. Di mana saat itu Akbar terjatuh dari pagar Restoran Pulau Dua, Jakarta Pusat.
Namun, pernyataan itu dibantahkan oleh kakak kandungnya bernama Fitri Rahmayani saat ditemui di TPU Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Menurutnya, hal itu sangatlah tak mungkin usai keluarga melihat data-data pelaku kerusuhan di Polres Jakarta Barat.
"(Jatuh dari pagar) Enggak percaya, kalau memang dia terjatuh kenapa ada datanya di Polres Jakarta Barat. Pas saya datang ke sana Polres Jakarta Barat datanya ada," katanya di lokasi, Jumat (11/10).
Namuan, kata Fitri, data itu tak sesuai. Karena keluarga mendapatkan kabar kalau adiknya telah dirujuk ke RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur pada tanggal 27 September.
"Ternyata pas 12.20 Wib, Akbar telah dirujuk di RS Polri dari (RS) Pelni. Kecewanya kenapa Polres (Jakarta Barat) nggak bilang kalau Akbar sudah di rumah sakit," tegasnya.
"Sempet nunjukkin data tapi nggak sempet bilang Akbar dirujuk di rumah sakit," sambungnya.
Dalam kematian adiknya, keluarga menduga ada yang ditutupi oleh kepolisian. Namun, hal itu tak dapat dibuktikan oleh keluarga.
"Saya menduganya juga begitu, cuma kan nggak bisa nuntut, nggak ada bukti, nanti malah kita ngomong yang nggak-nggak, yaudah kita serahkan sama yang di atas," ujarnya.
Menurutnya, Akbar tak mungkin meninggal dunia karena terjatuh dari pagar. Bahkan, Akbar tak memiliki riwayat penyakit.
"Akbar itu enggak punya penyakit apa-apa, tapi tiba-tiba cuci darah. Ada infeksi saluran kandung kemih. (Waktu melihat) Kepalanya besar kaya pake helm, kaya semacam tumor kepala gede, lebam bibirnya sampe nutupin lobang idung sangking keluarnya. Jontor," katanya.