Kasus hoaks Ratna Sarumpaet, dokter bedah RS Bina Estetika kembali diperiksa polisi
Merdeka.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengebut menuntaskan kasus berita bohong (hoaks) penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet. Hari ini, penyidik kembali memeriksa dokter Bedah Bina Estetika.
"Iya hari ini kita akan kembali periksa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono kepada merdeka.com, Selasa (9/10).
Untuk diketahui, pemeriksaan dokter Bedah Bina Estetika yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat, adalah panggilan kedua. Pada panggilan pertama pada Kamis (4/10), Direktur Rumah Sakit Khusus (RSK) Bedah Bina Estetika, Dede Kristian, memenuhi panggilan polisi.
Argo mengatakan, pemeriksaan dokter Bedah Bina Estetika untuk menuntaskan kasus ini. "Ya kita periksa untuk melengkapi berkas-berkas penyidikan," ujarnya.
Sebelumnya, aktivis Ratna ditangkap pihak kepolisian saat berencana terbang ke luar negeri lewat Bandara Soekarno Hatta. Penangkapan itu berdasarkan sejumlah laporan yang diterima oleh Polda Metro Jaya.
Laporan tersebut menyangkut tentang kebohongan yang telah dia akui tentang pengeroyokan di Bandung, 21 September lalu. Setelah diselidiki polisi, rupanya di tanggal itu Ratna operasi plastik di Rumah Sakit Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat. Ratna pun mengakui telah melakukan kebohongan.
Ratna dijerat Pasal 14 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang hukum pidana. Dia juga disangkakan, pasal 28 ayat 2 UU ITE.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya