Kapolda Sulbar Perintahkan 4 Polres Kawal Distribusi Logistik Gempa dari Penjarahan

"Memastikan pendistribusian sampai ke lokasi dalam keadaan aman dan lancar," kata Ahmad.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
Kapolda Sulbar Perintahkan 4 Polres Kawal Distribusi Logistik Gempa dari Penjarahan
Penjarahan logistik di jalanan menuju Mamuju. ©Dok. MDMC Makassar

Kasus penjarahan bantuan sosial (Bansos) logistik untuk wilayah terdampak bencana gempa Kabupaten Mamuju dan Majene Provinsi di Sulawesi Barat membuat pihak kepolisian melakukan penanganan.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyampaikan, Kapolda Sulawesi Barat telah memberikan instruksi pengamanan.

"Memerintahkan empat polres untuk aktif mengawal dan mengamankan pendistribusian logistik," tutur Ahmad di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (18/1).

Ahmad menegaskan, pihak kepolisian akan bekerja profesional dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Khususnya bagi wilayah terdampak bencana alam yang belakangan terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

"Memastikan pendistribusian sampai ke lokasi dalam keadaan aman dan lancar," kata Ahmad.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengungkap jumlah warga yang mengungsi usai gempa di Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat mencapai 19.435 orang. Menurut Raditya, data tersebut berdasarkan laporan yang masuk hingga pukul 08.00 WIB, hari ini, Senin (18/1/2021).

"Pusat Pengendali Operasi BNPB melaporkan sebanyak 19.435 orang mengungsi pascagempa M 6,2," ujar Raditya melalui keterangan tertulis, Senin (18/1/2021).

Dia menjabarkan, dari 19.435 pengungsi akibat gempa itu, tercatat 15.014 orang di antaranya berada di Kabupaten Mamuju dan lainnya di Kabupaten Majane.

"Titik pengungsian di Kabupaten Majene sebanyak 25 titik yang tersebar di Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, dan Desa Mekata," ucap Raditya.

Kemudian, lanjut dia, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang serta Desa Limbua yang masih dalam proses pendataan. Sedangkan di Kabupaten Mamuju terdapat lima titik pengungsian yang tersebar di Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro.

Raditya juga melaporkan sebanyak 253 warga mengalami luka berat akibat gempa di Kabupaten Majene dan Mamuju. Rinciannya sebanyak 64 orang mengalami luka berat di Kabupaten Majene dan 189 orang di Kabupaten Mamuju. Sedangkan korban dengan luka ringan di kedua wilayah tersebut tercatat sebanyak 679 orang.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Rekomendasi