Gempa berkekuatan 5,0 Skala Richter (SR) yang terjadi di Provinsi Gorontalo, terasa kuat di Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara.
Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan gempa terasa 3-4 detik menyebabkan beberapa warga lari keluar rumah.
"Kerugian materil masih dalam pendataan," katanya dikutip dari Antara.
Dia mengatakan, berdasarkan mekanisme fokus dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut terjadi karena aktivitas subduksi laut sulawesi (sulawesi megathrust) "Gempa tidak berpotensi tsunami," terangnya.
Sebelumnya, gempa di Provinsi Gorontalo terjadi pukul 17:46 WIB berlokasi di 1,09 lintang utara, 121.76 bujur timur atau 42 kilometer timur laut Pohuwato dengan kedalaman 10 kilometer.
Sementara gempa di Sulut terjadi di 26 kilometer barat laut Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan atau berlokasi 0,50 lintang utara, 123,62 bujur timur berkedalaman 228 kilometer pada pada pull 18:43 WIB.
Selain di Gorontalo, gempa 5,0 Skala Richter juga terjadi gempa kedua di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, Kamis. Gempa itu terjadi pukul 19.43 Wita pada lokasi 0,50 Lintang Utara dan123,62 Bujur Timur. Lokasinya berada pada Barat Laut Bolaang Mongondow dengan kedalaman 228 kilometer.
"Gempa di wilayah ini berbeda, sistem tektoniknya juga berbeda. Dilihat dari kedalaman dan mekanisme sumbernya, gempa kedua ini akibat subduksi Laut Maluku," terang Prakirawan BMKG Gorontalo Fathuri.
Menurut dia, gempa tersebut bukan merupakan gempa susulan dari getaran yang terjadi di Gorontalo beberapa menit sebelumnya. Meski demikian, sistem tektonik pada gempa kedua ini letaknya tumpang tindih dengan pada gempa pertama yang terjadi di Gorontalo.