Tiga sungai di Palembang mengalami pendangkalan akibat penumpukan sampah rumah tangga. Normalisasi segera dilakukan agar tak menyebabkan banjir.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII Birendrjana mengungkapkan, ketiga sungai itu adalah Sungai Kedukan, Sekanak Lambidaro dan Sungai Bendung. Pendangkalan disebabkan adanya sedimentasi atau pengendapan material tanah yang berasal dari tumpukan sampah rumah tangga, tumbuhan, dan lumpur.
"Beberapa drainase menuju sungai-sungai itu bahkan sudah tertimbun, padahal drainase itu menjadi saluran utama menuju atau keluarnya air," ungkap Biren, Senin (22/2).
Menurut dia, jika kondisi itu berlangsung lama maka akan menyebabkan banjir. Sungai tak mampu menampung air ketika musim hujan sehingga menggenangi pemukiman sekitar.
"Banjir pasti terjadi jika demikian kondisinya, tidak ada lagi resapan atau aliran air," ujarnya.
Oleh karena itu, pihaknya telah menganggarkan proyek normalisasi ketiga sungai tersebut. Dengan demikian tidak ada lagi penyumbatan akibat sampah rumah tangga yang mengendap di sungai itu.
"Akan dilakukan normalisasi, proyekannya masuk dalam anggaran tahun ini," kata dia.
BBWS VIII juga akan melakukan normalisasi di dua sungai di Sumsel, yakni Sungai Kelekar di Prabumulih dan Sungai Bailangu di Musi Banyuasin. Normalisasi dilakukan dengan cara pengerukan dasar sungai untuk mengembalikan kedalaman sesuai fungsi awal sungai dan penyamaan lebar sungai. Sebab, kedua sungai itu hampir rusak akibat proses alam dan utamanya ulah manusia.
"Normalisasi diperkirakan menelan anggaran Rp65 miliar dan rampung di tahun ini juga," kata dia.
Biren menambahkan, perawatan sungai ideanya lima tahun sekali. Pengerukan secara kontinyu dapat menekan banjir di musim hujan.
"Tinggal masyarakat menjaga sungai itu agar tetap berfungsi dengan baik, tidak ada lagi membuang sampah di sungai," pungkasnya.