Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menyapa puluhan ribu jamaahnya. Khofifah memulai dengan pembacaan shalawat, dilanjutkan mendendangkan lagu bernuansa islami.
Para jamaah yang berada di sekitar panggung berebut bersalaman dengan Menteri Sosial ini. Saat memberikan sambutan di depan Presiden Joko Widodo, Khofifah kembali bersholawat dengan nada lagu es lilin. Shalawat tersebut bergemuruh diikuti para jamaah.
"Allahumma sholli ala Muhammad. Sayyidina wa Maaulana Muhammadin. 'Adada ma fi'ilmillahi sholatan, dai mata tillawatil mulkilahi. Da'imatan bidawami mulkilahi," sahun para muslimat.
Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan terima kasihnya kepada Muslimat NU se-Indonesia yang telah hadir. Dengan semangat gotong royongnya telah mewujudkan acara suksesnya acara.
"Bagaimana ibu-ibu, jilbabnya sudah lunas? Bapak Jokowi, para muslimat ini bergotong royong membeli jilbab untuk bisa hadir di sini. Kami juga bergotong-royong membangun PAUD, urunan mendirikan klinik dan rumah sakit," katanya.
Puncak Peringatan Harlah Ke-70 Muslimat NU dihadiri puluhan ribu anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia. Harlah tahun ini mengambil tema 'Bersatu Mewujudkan Indonesia Damai Sejahtera'. Tema ini bertujuan membuka sarana silaturahmi dan konsolidasi nasional Muslimat NU dari pelbagai daerah seluruh Indonesia.
Muslimat NU merupakan organisasi sosial keagamaan dan kemasyarakatan yang menjadi sayap perempuan NU. Organisasi yang lahir 29 Maret 1946 ini memiliki misi mengangkat harkat dan martabat perempuan Indonesia melalui bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, dakwah dan sosial.
Muslimat NU berada di 34 provinsi di Indonesia dan tercatat memiliki 554 cabang di tingkat Kabupaten/Kota serta 5.222 anak cabang di tingkat kecamatan. Organisasi ini memiliki lebih dari 36.000 ranting di tingkat desa/kelurahan.
"Terima kasih Pak Jokowi telah membahagiakan kami pada hikmah memperingati 70 Muslimat NU. Semoga selalu diberikan kesehatan, kesuksesan dan keberkahan," doanya.