Marsekal Hadi Tjahjanto siap melaksanakan tugas barunya sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU). Serangkaian peristiwa jatuhnya pesawat TNI menjadi perhatiannya. Kasau berjanji meminimalisir kejadian serupa terulang.
Langkah pertama yang akan dilakukannya adalah melaksanakan perencanaan yang transparan. Salah satunya dalam hal pengadaan alutsista.
"Dengan demikian, seluruh kekuatan udara bisa melaksanakan terbang dengan aman sehingga kita terhindar dari accident atau kecelakaan pesawat terbang, itu yang benar-benar akan saya awasi dan saya akan turun ke bawah," kata Hadi usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Rabu (18/1).
Hadi juga akan mengevaluasi penyebab banyaknya kecelakaan pesawat TNI belakangan ini. Fokus utama yakni evaluasi pada manajemen pesawat TNI. Setelah evaluasi, Hadi memastikan kejadian serupa tak terulang kembali.
"Kalau kita punya manajemen yang baik maka niscaya kesalahan pesawat itu bisa dihindari," kata dia.
Selain itu, Hadi akan melanjutkan Rencana Strategis TNI AU 2015-2019 terkait peremajaan pesawat. Mantan Sekretaris Militer Presiden ini mengaku akan mengganti pesawat F5 yang kini sudah hampir berusia satu tahun. "Penggantinya apa, nanti masih dalam perencanaan."
Tak kalah penting penambahan radar. Sampai saat ini Indonesia hanya memiliki 20 radar pertahanan udara. Sampai renstra ketiga akan ada penambahan 12 radar sehingga total menjadi 32 radar. Beberapa lokasi radar pertahanan udara yang akan ditambah di antaranya di Nusa Tenggara, Pontianak, dan Jayapura.