Abdi dalem Keraton Surakarta terima gaji Rp 100 ribu & dapat sembako

Jumlah gaji abdi dalem memang diakui kecil karena tak dapat bantuan dari pemerintah sejak enam tahun silam.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Abdi dalem Keraton Surakarta terima gaji Rp 100 ribu & dapat sembako
abdi dalem di Keraton Surakarta. ©2014 Merdeka.com

Ratusan abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta menerima gaji dan pembagian paket sembako, Senin (4/7). Namun gaji bulanan yang diterima para abdi dalem tersebut rata-rata hanya sekitar Rp 100 ribu per bulan.Sedangkan untuk paket sembako dalam kantong plastik berisi 2,5 kilogram beras, satu kilogram gula pasir, minyak goreng serta mie instan."Pembayaran gaji ini merupakan kegiatan rutin tiap bulan. Paket sembako memang isinya tidak seberapa, tapi kami yakin cukup membantu," ujar Wakil Pengageng Sasana Wilapa Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) Winarna Kusumo disela acara di Bangsal Sasana Wilapa kompleks keraton.Kanjeng Win panggilan akrab Winarna menambahkan, khusus menjelang lebaran keraton sengaja membagikan paket sembako. Sedangkan gaji yang diterima oleh para abdi dalem jumlahnya kecil."Rata-rata mereka hanya menerima gaji Rp 70 ribu hingga Rp 102 ribu. Keuangan keraton kemampuannya memang sangat terbatas," katanya.Penerimaan gaji yang kecil tersebut, kata dia, dikarenakan keraton sudah tidak memperoleh bantuan dari pemerintah untuk menggaji abdi dalem sejak enam tahun silam. Winarno menyebutkan, saat ini keraton memiliki 484 abdi dalem."Mereka sebagian besar mengabdi di lingkungan keraton. Ada juga yang bertugas di Imogiri, Tegal, Pati dan Purwodadi," jelasnya.Sedangkan untuk abdi dalem yang sedang bertugas di luar kota, ia berjanji akan mengantarkan bersama paket sembako tersebut. "Kalau harus mengambil ke keraton uangnya bisa-bisa habis untuk biaya perjalanan," ucapnya.Sejumlah abdi dalem mengaku senang menerima gaji bulanan, meski sangat kecil jumlahnya. Menurut dia, gaji tidak menjadi tujuan utama dalam mengabdi kepada keraton."Saya terima gaji Rp 102 ribu per bulan, tapi senang, harus disyukuri," ujat salah satu abdi dalem, Raden Tumenggung Purnomo yang bertugas di Mandra Budaya tersebut.

Rekomendasi