Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fraksi PSI Soroti Pegawai TransJakarta Baru 60 Persen Terima Vaksinasi

Fraksi PSI Soroti Pegawai TransJakarta Baru 60 Persen Terima Vaksinasi Bus Transjakarta. ©2017 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di DPRD DKI Jakarta menyoroti masih banyak petugas Transjakarta belum mendapatkan vaksinasi. Kondisi ini jadi bahan kritik bagi Pemprov DKI karena kontradiktif dengan aturan wajib pakai kartu vaksin saat akan naik transportasi umum.

Anggota Fraksi PSI sekaligus anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Eneng Malianasari mengatakan pada rapat di DPRD DKI Jakarta terungkap bahwa baru 60 persen pegawai Transjakarta sudah mendapatkan vaksinasi.

“Bagaimana bisa menuntut seluruh penumpang sudah wajib vaksin, tapi sebaliknya pekerja yang bertugas justru belum terlindungi vaksin? Seharusnya pelayan publik menjadi contoh dan kalau bisa mendekati 100 persen tervaksin,” ujar Eneng, Rabu (1/9).

Kebijakan wajib vaksinasi di sektor transportasi massa juga tertuang di Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta Nomor 974 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Covid-19 yang ditetapkan pada 10 Agustus lalu dan tertulis syarat vaksinasi ditujukan kepada pengendara, petugas, dan pengguna.

Menurut dia, vaksinasi petugas Transjakarta sangat penting karena petugas kontak langsung dengan kerumunan penumpang di halte dan bus. Sehingga memiliki risiko tinggi untuk tertular dan menulari virus.

Eneng meminta TransJakarta segera mencontoh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang mewajibkan seluruh pegawai disuntik vaksin. Sehingga tingkat vaksinasi mencapai 98 persen. Bahkan, PT KCI juga mengupayakan vaksinasi bagi anggota keluarga pegawainya.

"Seharusnya direksi Transjakarta memastikan seluruh pegawainya telah menjalani vaksinasi, sehingga penumpang merasa aman menggunakan transportasi massal,” tambahnya.

Apalagi, kata dia, Pemprov DKI juga mulai memberlakukan aturan ganjil-genap dan juga terdapat kegiatan uji coba sekolah tatap muka.

“Aturan ganjil-genap membuat masyarakat berbondong-bondong pindah ke transportasi umum, sehingga jumlah penumpang meningkat dan berdesakan di dalam bus. Jangan sampai kendaraan pribadi dibatasi, tapi bus Transjakarta malah menjadi cluster penyebaran virus karena petugasnya tidak divaksin,” ujar Eneng.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP