Dahulu Sukses, Pria Ini Alami Gangguan Jiwa Setelah Ucapan Sang Ibu Jadi Kenyataan

Jumadi ternyata dulunya merupakan seorang pengusaha parsel barang yang terkenal sukses di wilayah tempat tinggalnya. Ia bahkan sering menerima pesanan dari Jakarta.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Dahulu Sukses, Pria Ini Alami Gangguan Jiwa Setelah Ucapan Sang Ibu Jadi Kenyataan
Kisah Jumadi ODGJ asal Cirebon. Kanal Youtube Bang Yo/Editorial ©2020 Merdeka.com

Nasib miris harus dialami oleh seorang pria asal Cirebon bernama Jumadi. Ia merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sering meninggalkan rumah hingga melamun di pinggir jalan. Pria yang akrab dipanggil Unyil oleh tetangganya itu diketahui memiliki kisah yang memilukan.

Seperti dilansir dari saluran Youtube Bang Yo, Jumadi kerap mengamuk di rumahnya yang terletak di Desa Tegalsari, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon. Bahkan ia juga kerap merusak perabotan di rumah yang ditinggalinya seorang diri tersebut.

Jumadi ternyata dulunya merupakan seorang pengusaha yang terkenal sukses di wilayah tempat tinggalnya. Ia bahkan sering menerima pesanan dari Jakarta. Berikut kisah Jumadi selengkapnya.

Berawal dari Ucapan Sang Ibu

Nasib Jumadi mulai berubah beberapa tahun silam ketika Ia masih tinggal bersama Ibunya. Saat itu ibunya yang sedang sakit berupaya meminta obat kepada Jumadi. Namun Jumadi justru berkata kasar kepada ibunya.

“Minum obat terus, mati aja sekalian,” kata Jumadi.

Mendengar perkataan anaknya, sang ibu pun sakit hati.

"Ketika nanti ibu sudah tiada kamu akan gila," kata ibunya.

Menjadi ODGJ dan Kerap Meninggalkan Rumah

Ucapan sang ibu pun menjadi kenyataan. Jumadi mengalami gangguan jiwa setelah ibunya meninggal.

Setelah mengalami gangguan jiwa, Jumadi diketahui sering pergi meninggalkan rumah hingga pergi ke luar kota. Bahkan dirinya pernah pergi ke Surabaya selama beberapa bulan.

Saat ditemukan, dirinya mengaku tinggal di Desa Bakung, Kecamatan Jamblang. Namun setelah ditelusuri ternyata diketahui bahwa Jumadi merupakan warga Tegalsari.

Dipertemukan dengan Keluarganya

Pihak relawan pun berupaya mempertemukan Jumadi dengan keluarganya yang diwakili oleh sang adik bernama Lina. Saat ditanya oleh relawan, sang adik membenarkan jika Jumadi adalah kakaknya.

Jumadi sendiri berupaya dipertemukan dengan keluarganya lantaran dirinya masih memiliki rumah tinggal yang layak bersama keluarganya, sehingga tidak berada di jalanan kembali.

Rekomendasi