Warga Palestina pertama tewas ditembak Israel di 2018 adalah remaja 17 tahun

Warga Palestina pertama tewas ditembak Israel di 2018 adalah remaja 17 tahun. Tentara Israel mengatakan remaja tersebut ikut dalam kerusuhan di Deir Nidham, sekitar 14 mil barat laut Ramallah.

Fellyanda Suci Agiesta
Oleh Fellyanda Suci Agiesta - Reporter
Warga Palestina pertama tewas ditembak Israel di 2018 adalah remaja 17 tahun
keluarga menangis mendengar kabar musab tamimi tewas ditembak tentara israel. ©Anadolu/Issam Rimawi

Militer Israel mengatakan tentara mereka menembak mati remaja Palestina berusia 17 tahun di Ramallah, Tepi Barat, kemarin.

Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi remaja tersebut bernama Musab Firas al Tamimi, diyakini sebagai warga Palestina pertama yang ditembak mati di tahun 2018.

"Dia tewas setelah pasukan pendudukan menembak ke lehernya," kata juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina Maria Aqraa kepada stasiun televisi Aljazeera.

Maria menambahkan dia dibawa ke rumah sakit di Ramallah dan meninggal beberapa menit kemudian.

Dalam pernyataan disampaikan lewat surat elektronik, tentara Israel mengatakan remaja tersebut ikut dalam kerusuhan di Deir Nidham, sekitar 14 mil barat laut Ramallah. Puluhan warga Palestina ikut dalam kerusuhan tersebut, seperti dilansir laman The Independent, Kamis (4/1)

Menurut militer Israel, mereka melihat seorang perusuh seperti membawa senjata api.

"Sebagai reaksi atas ancaman tersebut, tentara menembak ke arah para perusuh," kata militer Israel. Kini mereka masih akan meninjau ulang insiden tersebut.

Musab merupakan anggota dari keluarga Tamimi, yang tinggal di desa Nabi Saleh. Di desa itulah Ahed Tamimi, sepupu Musab, ditangkap karena berani menampar dua tentara Israel.

Ayah Musab, Firas menuduh tentara Israel memprovokasi penduduk desa selama berbulan-bulan hingga saat ini.

"Tentara pendudukan menyerang baik Deir Nitham dan Nabi Saleh siang dan malam. Mereka masuk, membuat penduduk marah, menyerang rumah kita pada malam hari dan melemparkan bom-bom di jalan. Ini adalah kenyataan kita setiap hari. Kita tidak bisa diam dan terus menonton, tidak ada yang mendengarkan kita, tidak ada yang merasakan sakit yang kita alami. Dunia hanya diam-diam menonton," kata Firas.

Rekomendasi