Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kini kian terdesak di Suriah. Serangan bertubi-tubi dari pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat dan juga pasukan pemerintah Suriah dan Rusia telah membuat kelompok militan semakin melemah.Juru bicara koalisi AS Kolonel Steve Warren mengatakan ISIS sudah mengumumkan keadaan darurat di Raqqa, 'ibu kota' kelompok ekstremis itu di sebelah utara Suriah. ISIS mengumumkan hal itu lantaran mereka mendapat informasi akan ada serangan besar-besaran ke Raqqa setelah pasukan pemerintah berhasil menguasai beberapa wilayah di luar Raqqa.Kota yang mereka kuasai sejak 2014 itu kini terancam. Laporan sejumlah media mengatakan ISIS mulai mengerahkan pasukan mereka ke sekeliling kota dan menutupi beberapa kawasan dari kemungkinan target serangan udara dan darat."Kami sudah mengetahui mereka mengumumkan keadaan darurat di Raqqa. Kami tahu mereka merasa terancam dan sudah seharusnya begitu," ujar Warren kepada stasiun televisi CNN dan dilansir koran the Daily Mail, Senin (16/5)."Mereka melihat Pasukan Demokratik Suriah bersama Koalisi Arab Suriah merangsek dari arah timur dan barat."Beberapa waktu sebelumnya pasukan pemerintah Suriah berhasil merebut kembali sebuah rumah sakit di Deir al-Zor setelah ISIS menguasainya Sabtu lalu.Kelompok Pemantau Hak Asasi Warga Suriah mengatakan ISIS sedikitnya
Advertisement
membunuh 35 tentara Suriah dan sebaliknya 24 anggota mereka tewas dalam pertempuran di Deir al-Zor itu.Kantor berita propaganda ISIS Amaq mengatakan pasukan militan itu menyerbu Rumah Sakit Assad di Der al-Zor dan memotong jalur distribusi logistik di antara pangkalan militer pasukan Suriah dan bandara.ISIS menguasai Provinsi Deir al-Zor di sebelah timur Suriah yang berbatasan dengan Irak sejak Maret tahun lalu.Kelompok Pemantau dan Amaq mengatakan pertempuran antara ISIS dan pasukan pemerintah masih terjadi di kawasan itu. Pasukan Suriah dan sekutunya, Rusia, dilaporkan masih melancarkan serangan udara ke wilayah itu.Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi diduga masih berada di Raqqa atau di sekitarnya. Namun ada kemungkinan juga di sudah berada di lokasi lain."Baghdadi masih sangat hati-hati terhadap keamanan dirinya," kata seorang pejabat Kementerian Pertahanan AS kepada CNN.