Sebanyak 640 Warga Afghanistan Berdesakan dalam Pesawat Kargo Menuju Qatar

Lebih dari 600 laki-laki, perempuan dan anak-anak Afghanistan, berjongkok dan berdesakan di lantai pesawat militer AS, meninggalkan Kabul setelah kota itu direbut Taliban.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Sebanyak 640 Warga Afghanistan Berdesakan dalam Pesawat Kargo Menuju Qatar
Sebanyak 600 lebih warga Afghanistan berdesakan dalam pesawat kargo Angkatan Udara AS C-17 Globemast. ©U.S. Air Force/Handout via REUTERS

Lebih dari 600 laki-laki, perempuan dan anak-anak Afghanistan, berjongkok dan berdesakan di lantai pesawat militer AS, meninggalkan Kabul setelah kota itu direbut Taliban.

Sebuah foto yang viral di media sosial menunjukkan warga sipil Afghanistan - beberapa memegang koper, yang lain memberi bayinya susu botol - di pesawat kargo C-17.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters, sekitar 640 orang menumpangi pesawat kargo tersebut, yang terbang dari Kabul pada Minggu, ketika ribuan orang yang putus asa ingin melarikan diri dari negaranya menyerbu bandara Kabul.

"Jumlah penumpang yang luar biasa tinggi akibat kondisi lingkungan keamanan yang dinamis yang mengharuskan segera dilakukan pengambilan keputusan oleh kru untuk memastikan penumpang ini dibawa dengan cepat ke luar negeri," jelas pejabat tersebut, dikutip dari Reuters, Rabu (18/8).

Boeing C-17 Globemaster III dapat mengangkut 134 penumpang, termasuk 54 di kursi samping dan 80 di atas palet di lantai.

Situs berita pertahanan dan keamanan AS, Defense One melaporkan, banyak warga Afghanistan naik ke pesawat melalui jalan yang setengah terbuka, sebelum pesawat itu terbang menuju ke Qatar dengan salah satu penumpang terbanyak yang pernah diterbangkan dengan pesawat jenis tersebut. Reuters belum bisa memverifikasi rincian tersebut.

Video dan foto menyedihkan lainnya muncul dari bandara Kabul, di mana saksi mata mengatakan beberapa orang tewas, dan menunjukkan orang-orang memanjat ke atas badan pesawat dan berpegangan pada roda pendaratan pesawat yang sedang berjalan di landasan pacu.

Bagi sebagian pengamat, gambar di dalam pesawat C-17 itu dipandang sebagai tanda harapan dan keberanian kru evakuasi.

"Kami membutuhkan lebih banyak pesawat seperti itu," kata Direktur Eksekutif Human Rights Watch, Kenneth Roth.

Rekomendasi