Presiden Filipina buktikan gaya kepemimpinan tidak 'gila' hormat

Dia dengan tegas menyebutkan tidak mau dipanggil 'Yang Terhormat'.

Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Presiden Filipina buktikan gaya kepemimpinan tidak 'gila' hormat
Rodridgo Duterte dilantik jadi presiden Filipina. ©2016 Merdeka.com

Presiden Filipina Rodrigo Duterte, sedari dilantik memang cukup menyita perhatian publik. Dari tak mau pakai mobil mewah saat ke kantornya, kini Duterte mengatakan dia dan seluruh jajaran kabinetnya tidak mau dipanggil dengan sebutan kehormatan seperti halnya 'Yang Terhormat'.

Dikutip dari Reuters, Kamis (21/7), Duterte menyebutkan, panggilan untuknya cukup 'Pak Presiden' sementara untuk menterinya cukup dipanggil dengan sebutan 'Sekretaris'. Panggilan ini adalah perwujudan kepemimpinan 'simple' yang diusungnya.

Juru bicara Duterte, Ernesto Abella mengatakan diharapkan gaya ini bisa melestarikan gaya kepemimpinannya yang populis.

"Dia mengurangi komunikasi yang terlalu formal," lanjut dia.

Gaya kepemimpinan ini pula diharapkan dapat menarik perhatian pendukungnya serta menghapus kepemimpinan dinasti di Filipina.

Selama dua dekade menjabat sebagai Wali Kota Davao, pria 71 tahun ini dikenal sebagai seorang yang sederhana dan mau mewakili rakyat kecil. Tak hanya itu, Duterte dianggap sebagai pria yang mampu membasmi segala kejahatan di Filipina.

Sudah tiga pekan dia mengambil alih kantor kepresidenan Filipina, dan Senin pekan depan, Duterte dijadwalkan memberikan pidato kenegaraan pertamanya. Biasanya acara tersebut digelar mewah, namun dengan kepemimpinan Duterte, acara hanya akan berlangsung sederhana.

Tak hanya itu, Duterte juga hanya mengundang sedikit tamu untuk hadir dalam pidato ini. Tak lupa dengan pakaian yang sederhana.

Rekomendasi