Pertikaian diplomatik antara Arab Saudi dan Kanada berbuntut panjang. Setelah melakukan pengusiran terhadap Duta Besar Kanada dan membekukan kerja sama perdagangan serta investasi, kini larangan Saudi merambah ke penerbangan.
Maskapai penerbangan Saudi dilaporkan akan menangguhkan semua penerbangan dari dan ke Toronto mulai pekan depan. Hal itu dilakukan karena Kanada enggan menarik kembali komentar tentang Saudi.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Kanada mengunggah serangkaian kicauan yang mendesak agar Saudi membebaskan aktivis pembela hak-hak sipil, terutama aktivis perempuan, Samar Badawi.
"Kanada akan selalu memperjuangkan perlindungan hak asasi manusia, termasuk hak-hak perempuan dan kebebasan berekspresi di seluruh dunia," kata Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland ketika diminta pendapat soal pemboikotan Saudi, dikutip dari CNN, Selasa (7/8).
Tidak hanya itu, pemerintah Saudi juga berencana menarik semua pelajar yang sedang mengenyam pendidikan di universitas dan sekolah-sekolah di Kanada.
Seorang sumber pemerintahan Saudi mengungkapkan bahwa sejauh ini ada lebih dari 15.000 warga Saudi yang sedang menjalani pendidikan di Kanada melalui jalur beasiswa, pemberian cuma-cuma, serta program pelatihan didanai Saudi.
Jumlah tersebut belum termasuk anggota keluarga pelajar yang ikut serta berpindah ke Kanada. Keseluruhan ada 20.000 orang lebih warga Saudi berada di Kanada.
Penarikan pelajar Saudi ini terbilang cukup mengejutkan dan sangat mendadak. Namun pemerintah Saudi menjamin penempatan kembali para pelajar di negara-negara lain dengan sistem pendidikan sama, seperti Inggris atau Amerika Serikat.
Saudi bertekad untuk terus melakukan langkah-langkah pemboikotan ini karena menilai Kanada telah ikut campur soal kedaulatan Saudi.
Sebagaimana diketahui, pemerintah Saudi baru-baru ini melakukan penangkapan terhadap sejumlah aktivis, termasuk Samar Badawi yang memperjuangkan hak-hak perempuan. Saudara laki-laki Badawi, Raif, juga sudah menetap di balik jeruji sejak 2012 lalu dan dijatuhi hukuman 1.000 cambukan.
Badawi ditangkap pada 1 Agustus lalu sebagai tanggapan pemerintah terhadap gerakan hak perempuan pada 15 Mei lalu. Penangkapan Badawi disusul dengan penangkapan puluhan aktivis lain.