Penembak kuil Sikh Amerika vokalis band aliran neo-Nazi

Wade Michael Page mendukung gerakan supremasi kulit putih.

Ardini Maharani
Oleh Ardini Maharani - Reporter
Penembak kuil Sikh Amerika vokalis band aliran neo-Nazi
Wade Michael Page (kiri) bersama dua anggota bandnya. Dia merupakan pelaku penembakan di kuil Sikih, Kota Wisconsin, Amerika Serikat. (mypsace.com)

Polisi sudah mengindentifikasi pelaku penembakan Kuil Sikh di Kota Wisconsin, Amerika Serikat. Namanya Wade Michael Page, mantan tentara pernah berdinas di Angkatan Darat selama enam tahun. Dia dipecat tidak hormat oleh kesatuannya pada 1998.Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Selasa (7/8), lelaki 40 tahun ini merupakan penyanyi band beraliran neo-Nazi Punk. Di tubuhnya banyak tato termasuk 9/11, hari terjadinya serangan teroris di New York menewaskan hampir tiga ribu orang.Penembakan pekan kemarin membunuh enam orang dan melukai tiga lainnya. Page juga terbunuh oleh polisi. Aksi itu merupakan perilaku rasis salah alamat. Page menduga warga Sikh beragama Islam karena mereka memakai sorban dan memelihara jenggot. Sentimen terhadap kaum muslim di negara ini memang kerap terjadi sejak serangan teroris 2001. Seorang Sikh pernah dibunuh selang empat hari setelah peristiwa 11 September ituKelompok hak sipil Amerika, Southern Poverty Law Center, menyebut Page anggota neo-Nazi frustrasi. Dia vokalis utama End Apathy, band rasis pendukung supremasi kulit putih. Hingga kini, pihak berwenang belum menemukan motif penembakan itu.Perdana Menteri India Manmohan Singh, penganut Sikh, mengaku terkejut dan sedih atas peristiwa itu. Dia mengatakan serangan dilakukan oleh pengecut. "Saya harap pihak berwenang Amerika menyelidiki siapa di balik serangan pengecut atas jemaat Sikh dan menjamin insiden seperti ini tidak terulang," ujarnya.Ibu tiri Page, Laura Lynne, menilai mendiang putranya itu lembut, baik hati, dan penuh cinta. Tapi keduanya sudah jarang bertemu sejak Lynne bercerai dengan ayah Page, Jesse Alvin.Perempuan 67 tahun itu sangat terpukul atas kejahatan anaknya itu. Dia juga merasa sakit mendengar putranya ditembak mati oleh polisi. "Saya mencintai dia. Dia anak baik dan itu kenangan saya akan dirinya," ujarnya.

Rekomendasi