Menteri Retno ingin Indonesia selalu ada di hati peserta beasiswa budaya Kemlu

"Saya ingin menyampaikan kepada hadirin semua, bahwa kita sangat bangga dengan peserta program BSBI. Saya harap ada tempat untuk Indonesia di hati, di pikiran dan mungkin akan menjadi bagian dalam hidup kalian," kata dia.

Farah Fuadona
Oleh Farah Fuadona - Reporter
Menteri Retno ingin Indonesia selalu ada di hati peserta beasiswa budaya Kemlu
Peserta program BSBI tampil dalam acara Ramadan di Banyuwangi. Humas Pemkab Banyuwangi

Sejumlah siswa penerima Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) Kementerian Luar Negeri 2018 tampil dalam pagelaran budaya dengan tema The Colours of Beautiful yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (5/7) malam. Ini merupakan malam puncak sebelum 72 orang siswa asing itu kembali ke negaranya.

Siswa-siswa ini berkumpul di atas panggung mempersembahkan tarian nusantara dari sejumlah daerah. Mereka menari, menyanyi dan memainkan alat musik, seperti gamelan, gendang, rebana, suling hingga sape alat musik seperti gitar dari Suku Dayak.

Tahun ini peserta program BSBI tersebar di enam daerah diantaranya Padang, Yogyakarta, Bali, Banyuwangi, Makassar dan Kutai Kartanegara. Selama program ini mereka di bawah naungan enam sanggar di masing-masing daerah.

Peserta program BSBI tampil dalam acara Ramadan bersama Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi Humas Pemkab Banyuwangi


Mereka diajarkan budaya lokal, bahasa, menari serta filosofinya seperti tari Bali. Peserta tampak luwes menarikan tari daerah lengkap dengan baju serta akesorisyang menambah kesakralannya. Bahkan seorang penonton nyeletuk "Wah sudah Indonesia banget, ya!".

Budaya Indonesia nampaknya mudah akrab dengan para peserta beasiswa. Salah satunya seorang mahasiswa asal Republik Benin, Afrika Barat.Dikutip dari Merdeka Banyuwangi, pemuda bernamaJunior Toffi sempat membuat heboh suasana jamuan makan malam di Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi, Jawa Timur, pada awal April lalu.

Ia membawakan lagu 'Kopi Dangdut' yang diiringi grup musik Brain Coustic Banyuwangi. Tidak ayal membuat sebelas kawannya sesama mahasiswa beda negara dan beberapa tamu lain berjoget bersama.

Hal inilah yang coba dilakukan Pemerintah Indonesia untuk memperkenalkan keragaman budaya kepada negara lain melalui soft diplomacy.

"Ini merupakan perayaan untuk merayakan indahnya perbedaan. Ternyata (perbedaan) bukan untuk saling melemahkan akan tetapi untuk saling menguatkan satu sama lain," ujar Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi saat memberikan sambutannya.

Ia berharap peserta BSBI akan tetap membawa dan menyimpan Indonesia di hati mereka.

"Saya ingin menyampaikan kepada hadirin semua, bahwa kita sangat bangga dengan peserta program BSBI. Saya harap ada tempat untuk Indonesia di hati, di pikiran dan mungkin akan menjadi bagian dalam hidup kalian," kata dia.

Tahun ini, dari 72 siswa terdapat 13 orang yang mengajukan perpanjangan izin di Indonesia. Alasannya mereka ingin lebih mendalami tentang budaya Indonesia. Ada yang ingin belajar instrumen musik bambu, tari Bali dan menulis buku tentang pengalamannya di Indonesia.

Rekomendasi